Petugas Dokpol melakukan pemeriksaan dan pencatatan sampel menu MBG sebagai bagian dari proses pengawasan dan pendokumentasian kualitas makanan sebelum didistribusika. Biddokes Polda Jateng

GROBOGAN — Ratusan siswa di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Senin (12/1/2026), jumlah korban terus bertambah dan telah mencapai 795 orang akibat keracunan MBG.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan sehari sebelumnya yang masih berada di kisaran 650 korban. Para korban berasal dari sejumlah sekolah dasar (SD), SMP, hingga SMK di beberapa desa berbeda, termasuk SMP dan SMK Miftahul Huda Ngroto.

Berikut rangkuman fakta-fakta terbaru dugaan keracunan massal program MBG di Gubug, Grobogan:

Kasus ini telah memicu perhatian publik mengenai pentingnya keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan perlunya investigasi lebih dalam terkait Keracunan MBG.


1. Mayoritas Korban Merupakan Santri

Kasus dugaan keracunan MBG ini mayoritas menimpa santri, meski sejumlah guru dan wali murid juga turut terdampak.

Berdasarkan data pengelola, total terdapat 1.260 siswa yang menerima makanan MBG pada Jumat (9/1/2026). Rincian korban awal di antaranya:

  • SDN 2 Trisari: 24 siswa
  • SDN 1 Trisari: 30 siswa, 3 guru
  • SDN Glapan: 13 siswa, 1 guru
  • SDN 1 Penadaran: 57 siswa, 3 guru, 3 wali murid
  • SDN 3 Penadaran: 40 siswa, 3 guru
  • SDN 2 Penadaran: 28 siswa, 4 guru
  • SMK Miftahul Huda: 52 siswa
  • SMP Miftahul Huda: 208 siswa

Hingga Senin siang, total korban mencapai 795 orang, dengan 113 pasien di antaranya menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah.


2. RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug Penuh Pasien

Lonjakan korban membuat RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug kewalahan. Saat ini, terdapat 45 pasien dirawat di rumah sakit tersebut.

Sebagian korban lainnya dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain:

  • RSUD R Soedjati Purwodadi: 29 pasien
  • Puskesmas Karangrayung I: 12 pasien
  • Puskesmas Kedungjati: 7 pasien
  • Puskesmas Gubug I: 3 pasien
  • RS Permata Bunda: 1 pasien
  • Puskesmas Toroh: 1 pasien
  • Puskesmas Klambu: 6 pasien
  • Puskesmas Grobogan: 1 pasien
  • Puskesmas Godong I: 5 pasien

3. Menu MBG Jadi Fokus Penyelidikan

Menu MBG yang dikonsumsi siswa saat kejadian terdiri dari:

  • Nasi kuning
  • Telur dadar
  • Keripik tempe
  • Tempe orek
  • Abon
  • Selada timun
  • Susu kemasan
  • Jeruk
  • Roti abon

Direktur RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug, dr Agus Budi Sarjono, menyebutkan pihaknya telah mengambil sampel makanan untuk keperluan penyelidikan.

“Sudah kita ambil sampelnya. Kita telusuri asal bahan, seperti abon dan telur. Sampel muntahan juga kami siapkan sesuai permintaan Polres,” ujar dr Agus, Sabtu (10/1/2026).


4. Operasional SPPG Kuwaron Dihentikan Sementara

Sebagai langkah antisipasi, SPPG Kuwaron, Kecamatan Gubug, yang menyuplai menu MBG saat kejadian, dihentikan sementara.

Koordinator Regional Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Jawa Tengah, Reza Mahendra, mengatakan penghentian dilakukan untuk kepentingan evaluasi menyeluruh.

“Operasional SPPG kami hentikan sementara untuk pemeriksaan internal dan eksternal, terutama proses produksi dan pemilihan supplier,” ujarnya, Minggu (11/1/2026).


5. IPAL Dinilai Belum Memenuhi Standar

Dari hasil pengecekan awal, ditemukan sejumlah catatan penting pada SPPG Kuwaron. Salah satunya terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dinilai belum sesuai standar.

Reza Mahendra menjelaskan, IPAL seharusnya dalam kondisi tertutup dan tidak boleh membuang limbah langsung ke lingkungan sekitar.

“Ini menjadi salah satu poin yang harus segera diperbaiki agar tidak menimbulkan dampak lanjutan,” jelasnya.

Baca Juga : Kuota Haji Jawa Tengah 2026 Naik Jadi 34.122 Jemaah, Wagub Minta Layanan Ditingkatkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kisah nyata Film Horor “Santet Segoro Pitu” ternyata berasal dari Keluarga asal Semarang

infojatengupdate.com, Semarang – Sebagian masyarakat Indonesia masih mempercayai dunia perdukunan. Bagi mereka,…

Asal Usul Kromoleo di Magelang: Menelusuri Jejak Sejarah dan Budaya

Kromoleo merupakan salah satu warisan budaya yang tak ternilai di kawasan Magelang,…

DPRD bersama PJ Gubernur Jateng, Usulkan Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Jawa Tengah Periode 2025-2029.

infojatengupdate.com – 08/02/2025, 14.50 WIB SEMARANG, Info Jateng Update – DPRD Jawa…

Aksi ‘Indonesia Gelap’ di Provinsi Jawa Tengah, Soroti Kebijakan Efisiensi Anggaran

Semarang, infojatengupdate.com – Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Jawa Tengah menggelar…