BANJIR – Sejumlah kendaraan melintas di Jalur Pantura tepatnya di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Senin (12/1/2026). Akibat Banjir ini, terjadi kemacetan di jalur Pantura Kudus-Pati lebih dari 4 kilometer. ( TRIBUN JATENG/Rifqi Gozali)

INFOJATENGUPDATE.COM, SEMARANG — Bencana banjir dan longsor Kudus Pati Jepara akibat intensitas hujan tinggi terus berdampak luas di wilayah Kudus, Pati, dan Jepara, Jawa Tengah. Kondisi ini menyebabkan ribuan warga terendam banjir, akses terputus akibat longsor, dan penanganan terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama aparat terkait.

Berdasarkan pemetaan BPBD Provinsi Jawa Tengah, wilayah Pantura timur termasuk Kudus, Pati, dan Jepara masuk kategori rawan banjir dan longsor Kudus Pati Jepara akibat curah hujan tinggi yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Januari–Februari 2026.

Baca Juga : Longsor Jepara Isolasi Ribuan Warga, Pemprov Jateng Kerahkan Alat Berat

Peran Masyarakat dalam Menghadapi Banjir dan Longsor Kudus Pati Jepara

Di Kabupaten Kudus, banjir merendam puluhan desa dengan jumlah warga terdampak meningkat signifikan. Data BPBD menunjukkan ribuan jiwa kini berada dalam kondisi terdampak, sementara puluhan titik longsor terjadi di sejumlah kecamatan seperti Gebog, Dawe, dan Bae. Beberapa titik juga menyebabkan akses jalan tertutup.

Sementara itu di Jepara, banjir dan tanah longsor juga menyerang sejumlah wilayah. BPBD mencatat banjir merendam enam kecamatan, sedangkan longsor memutus akses ke sejumlah desa termasuk Desa Tempur yang sempat terisolasi. Meskipun demikian, data terbaru dari BPBD Jawa Tengah menyatakan belum terjadi korban jiwa akibat bencana di Jepara.

Di Kabupaten Pati, hujan intens menyebabkan luapan sungai dan banjir di sejumlah titik. Jalan Pantura antara Kudus–Pati juga sempat terendam hingga mengganggu arus lalu lintas. Longsor dilaporkan terjadi di beberapa daerah perbukitan di kabupaten itu.

Upaya Penanganan dan Evakuasi

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta unsur TNI dan Polri untuk menangani dampak bencana. Evakuasi warga menjadi prioritas, terutama untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan keluarga yang rumahnya terendam banjir atau berada di kawasan rawan longsor.

Tim gabungan juga dikerahkan untuk membuka akses darurat di wilayah yang terisolasi akibat longsor, serta membantu distribusi logistik ke daerah terdampak. Ratusan relawan dan petugas terus memastikan distribusi bantuan bahan pokok, air bersih, dan kebutuhan warga tetap berjalan meski akses jalan masih terganggu di beberapa titik.

BPBD Provinsi Jateng mengimbau masyarakat di wilayah terdampak maupun yang berpotensi terkena bencana untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila kondisi lingkungan menunjukkan risiko tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kisah nyata Film Horor “Santet Segoro Pitu” ternyata berasal dari Keluarga asal Semarang

infojatengupdate.com, Semarang – Sebagian masyarakat Indonesia masih mempercayai dunia perdukunan. Bagi mereka,…

Asal Usul Kromoleo di Magelang: Menelusuri Jejak Sejarah dan Budaya

Kromoleo merupakan salah satu warisan budaya yang tak ternilai di kawasan Magelang,…

DPRD bersama PJ Gubernur Jateng, Usulkan Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Jawa Tengah Periode 2025-2029.

infojatengupdate.com – 08/02/2025, 14.50 WIB SEMARANG, Info Jateng Update – DPRD Jawa…

Aksi ‘Indonesia Gelap’ di Provinsi Jawa Tengah, Soroti Kebijakan Efisiensi Anggaran

Semarang, infojatengupdate.com – Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Jawa Tengah menggelar…