INFOJATENGUPDATE.COM — Hujan lebat yang mengguyur wilayah Pantura Jawa Tengah sejak Kamis (15/1/2026) menyebabkan banjir merendam enam kecamatan di Kabupaten Kendal, sehingga aktivitas warga dan sejumlah layanan transportasi, termasuk perjalanan kereta api, sempat terganggu. Banjir kendal ganggu perjalanan kereta.
Banjir yang terjadi di enam kecamatan, yakni Ngampel, Pegandon, Brangsong, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, dan Kendal Kota, merendam pemukiman dan ruas jalan utama dengan tinggi genangan air berkisar antara 20–60 sentimeter, bahkan di beberapa titik mencapai 70 sentimeter akibat luapan sungai dan pasang air laut (rob).
Akibat banjir ini, perjalanan kereta menjadi sangat terhambat, dan banyak penumpang yang harus mencari alternatif transportasi.
Baca Juga : Penanganan Banjir Muria Raya, BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Tengah
Dampak Banjir pada Warga dan Infrastruktur
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, hujan deras yang turun sejak siang hingga malam menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam ribuan rumah serta area publik. Ratusan rumah di pusat Kota Kendal terendam banjir dengan genangan setinggi mencapai 70 sentimeter, sehingga mengganggu kegiatan sehari-hari warga.
Warga menyampaikan pengalaman mereka saat banjir datang tiba-tiba. Seorang warga mengaku kaget karena banjir merendam rumah meskipun hanya beberapa puluh sentimeter, sementara warga lainnya mengalami mogok kendaraan ketika pulang karena genangan air yang tinggi di jalan utama.
Jalur Kereta Api Terganggu
Banjir yang merendam jalur rel kereta api juga berdampak pada layanan transportasi. Air luapan dari sungai menggenangi petak rel di wilayah Kaliwungu–Kalibodri, sehingga jalur KA terpaksa ditutup sementara demi keselamatan perjalanan.
Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan bahwa luapan air di jembatan Bangunan Hikmat (BH) 111 Km 20+7/8 menyebabkan dua jalur rel tergenang hingga tidak dapat dilintasi kereta api. Akibatnya, sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh dan lokal mengalami gangguan serta keterlambatan.
Delapan perjalanan kereta tercatat mengalami gangguan, dengan keterlambatan bervariasi untuk beberapa KA jarak jauh dan kereta kargo. Perjalanan dari Semarang menuju Jakarta maupun sebaliknya terdampak, sehingga PT KAI memberikan service recovery kepada penumpang yang mengalami ketidaknyamanan.
Namun, pada Jumat (16/1/2026) pagi, jalur Kaliwungu–Kalibodri yang sebelumnya terdampak banjir sudah dinyatakan kembali dapat dilalui setelah proses normalisasi selesai dilakukan oleh petugas.
Waspada Cuaca Ekstrem dan Imbauan
BPBD Kendal mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang masih tinggi, karena kondisi hujan ekstrem dapat memperburuk level banjir, terutama di daerah yang bersinggungan dengan aliran sungai seperti Sungai Waridin. BPBD bersama tim gabungan juga terus melakukan kesiagaan untuk mencegah dampak yang lebih luas seperti jebolnya tanggul sungai.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah antisipatif bila hujan deras berlangsung dalam durasi lama, serta mengikuti arahan petugas setempat demi keselamatan bersama.








