Direktur Pembinaan Penataan Ruang Laut, Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut KKP, Amehr Hakim, diwawancarai di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (27/1/2026).(KOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah)

INFOJATENGUPDATE.COM — Pemerintah menetapkan Jawa Tengah sebagai salah satu wilayah yang akan menjadi lokasi pilot project pengembangan ekosistem karbon biru pada Karbon Biru Jawa Tengah 2026. Program ini masuk dalam strategi nasional untuk perlindungan lingkungan pesisir sekaligus peningkatan nilai ekonomi karbon.

Direktur Pembinaan Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Amehr Hakim, menyampaikan bahwa 16 kabupaten dan kota di Jawa Tengah dipetakan sebagai lokasi pengembangan karbon biru untuk Karbon Biru Jawa Tengah 2026. Penetapan tersebut dilakukan setelah hasil analisis terhadap potensi lahan pesisir yang memiliki ekosistem mangrove dan lamun.

“Ada potensi sekitar 14.000–17.000 hektare lahan pesisir yang layak dikembangkan sebagai kawasan karbon biru untuk Karbon Biru Jawa Tengah 2026,” terang Amehr usai acara konsultasi publik di Semarang Tengah, Selasa (27/1/2026).

16 Daerah Dipilih untuk Karbon Biru

Sebanyak 16 kabupaten/kota di Jawa Tengah akan menjadi lokasi pengembangan karbon biru, yang meliputi:

  • Brebes
  • Kota dan Kabupaten Tegal
  • Pemalang
  • Kota dan Kabupaten Pekalongan
  • Batang
  • Kendal
  • Semarang
  • Demak
  • Jepara
  • Pati
  • Rembang
  • Cilacap
  • Kebumen
  • Purworejo

Program ini dibagi ke dalam tiga klaster wilayah yakni Pantura Jawa bagian barat, Pantura Jawa bagian timur, dan Pesisir Selatan Jawa Tengah. Penetapan lokasi tersebut berdasarkan analisis kondisi ekosistem mangrove selama sepuluh tahun terakhir yang menunjukkan kebutuhan rehabilitasi dan perlindungan yang tinggi.

Manfaat dan Tujuan Pengembangan Karbon Biru

Ekosistem karbon biru terutama berupa hutan mangrove memiliki fungsi penting dalam menyerap emisi karbon dioksida serta menjaga stabilitas pesisir dari ancaman abrasi dan banjir rob. Selain itu, rehabilitasi mangrove mampu mendukung keanekaragaman hayati laut, seperti kepiting dan ikan, serta memperkuat mata pencaharian masyarakat pesisir melalui peningkatan hasil perikanan dan ekowisata.

Menurut Amehr, pengembangan karbon biru bukan hanya soal pelestarian lingkungan tetapi juga bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim di Indonesia yang relevan dengan kebijakan pengurangan emisi global.

Pilot Project Dimulai 2026

KKP menargetkan pelaksanaan pilot project karbon biru sudah dimulai pada 2026, dengan Kabupaten Batang, Semarang, dan Demak sebagai titik awal pelaksanaan. Skema awal akan difokuskan pada rehabilitasi dan penanaman mangrove untuk memperkuat kemampuan penyerapan karbon serta mendukung perdagangan karbon di masa mendatang.

Karbon biru yang sudah terserap dalam ekosistem mangrove dapat dihitung sebagai kredit karbon, yang suatu saat berpotensi diperdagangkan di pasar internasional jika memenuhi metodologi pengukuran yang ditetapkan.

Pemerintah daerah bersama KKP dan pemangku kepentingan terkait akan terus melakukan persiapan teknis dan pendampingan agar proyek karbon biru dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kisah nyata Film Horor “Santet Segoro Pitu” ternyata berasal dari Keluarga asal Semarang

infojatengupdate.com, Semarang – Sebagian masyarakat Indonesia masih mempercayai dunia perdukunan. Bagi mereka,…

Asal Usul Kromoleo di Magelang: Menelusuri Jejak Sejarah dan Budaya

Kromoleo merupakan salah satu warisan budaya yang tak ternilai di kawasan Magelang,…

DPRD bersama PJ Gubernur Jateng, Usulkan Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Jawa Tengah Periode 2025-2029.

infojatengupdate.com – 08/02/2025, 14.50 WIB SEMARANG, Info Jateng Update – DPRD Jawa…

Aksi ‘Indonesia Gelap’ di Provinsi Jawa Tengah, Soroti Kebijakan Efisiensi Anggaran

Semarang, infojatengupdate.com – Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Jawa Tengah menggelar…