Infojatengupdate.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima uang ganti kerugian (UGK) senilai sekitar Rp1,9 miliar atas lahan milik daerah yang terdampak proyek pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen.
Pembayaran tersebut diserahkan dalam acara Pemberian Ganti Kerugian dan Pelepasan Hak Atas Tanah Pengadaan Tanah Jalan Tol Yogyakarta–Bawen di Semarang, Senin (2/3/2026).
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno menjelaskan, lahan milik Pemprov Jateng yang terdampak proyek berada di kawasan SMK Negeri 1 Bawen, Kelurahan Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.
Dalam kesempatan itu, Pemprov Jateng menerima pembayaran UGK sebesar Rp1.971.621.600 untuk bidang tanah seluas 1.748 meter persegi, serta Rp13.114.200 untuk lahan seluas 4 meter persegi.
Sumarno menyatakan, Pemprov Jateng mendukung penuh program strategis pemerintah pusat, termasuk pembangunan Jalan Tol Bawen–Yogyakarta.
“Kalau dari tanah-tanah yang akan digunakan ternyata milik Pemprov Jateng, tentu akan kita lepas sesuai mekanisme yang seharusnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sesuai peruntukannya, lahan yang terdampak merupakan tanah untuk fasilitas pendidikan.

“Kami berharap tanah yang akan menjadi pengganti tidak terlalu jauh dari lokasi sekolah, karena ini bagian dari untuk pembelajaran dari anak-anak kita,” tandasnya.
Selain membahas ganti rugi lahan, Sumarno juga menyampaikan bahwa ruas tol Bawen–Ambarawa akan difungsikan saat arus mudik Lebaran 2026. Pemudik nantinya dapat memanfaatkan jalur tersebut dengan keluar melalui pintu tol Ambarawa.
Dengan difungsikannya ruas tersebut, diharapkan kepadatan kendaraan di kawasan Bawen dapat berkurang.
“Jadi sudah bisa mengurangi bottle neck yang ada di Bawen,” ucapnya Sumarno.
Ia menambahkan, keberadaan jalan tol Bawen–Yogyakarta diyakini akan membawa dampak luas bagi masyarakat, baik dari sisi konektivitas maupun pertumbuhan ekonomi wilayah.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Muhammad Fajri Nuqman mengatakan, terdapat dua bidang lahan milik Pemprov Jateng yang terdampak proyek tersebut.
Ia mengakui, proses pembebasan lahan untuk keseluruhan ruas tol Bawen–Yogyakarta belum sepenuhnya tuntas. Namun, pihaknya menargetkan penyelesaian pembebasan lahan rampung pada akhir 2026.
Untuk progres konstruksi, saat ini pekerjaan telah berjalan di Seksi 1 ruas Yogyakarta–Banyurejo di Kabupaten Sleman dan Seksi 6 ruas Bawen–Ambarawa di Kabupaten Semarang.
“Hari ini mulai konstruksi untuk Seksi 2 yaitu Banyurejo sampai dengan Mungkid (Kabupaten Magelang). Tahap konstruksi diperkirakan sampai tahun 2029,” pungkasnya.








