Infojatengupdate.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mengintensifkan perawatan jalur rel menjelang masa Angkutan Lebaran 2026. Upaya ini dilakukan guna memastikan perjalanan kereta api tetap selamat, aman dan nyaman di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa peningkatan frekuensi perjalanan dan jumlah pelanggan selama periode Lebaran menuntut kesiapan prasarana secara optimal.

“Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan menghadapi bertambahnya frekuensi perjalanan KA dan pelanggan selama masa angkutan Lebaran, di mana tingkat mobilitas masyarakat meningkat signifikan. Hal itu menuntut kesiapan prasarana secara optimal guna meminimalkan potensi gangguan operasional,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Adapun Wilayah kerja Daop 4 Semarang mencakup lintas jalur utara dan sebagian selatan Jawa Tengah. Batas operasionalnya meliputi Stasiun Tegal di sisi barat (perbatasan Daop 3 Cirebon), Stasiun Cepu di sisi timur (perbatasan Daop 8 Surabaya), serta Stasiun Gundih di sisi selatan (perbatasan Daop 6 Yogyakarta).

Secara administratif, wilayah tersebut mencakup 10 kabupaten/kota dengan total panjang rel mencapai 677 kilometer. Untuk menjaga kualitas prasarana, Daop 4 didukung 27 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan Rel dan Jembatan, yang terdiri atas 22 UPT Jalan Rel, 4 UPT Jembatan, dan 1 UPT Mekanik.

Perawatan yang dilakukan meliputi pengukuran serta penyesuaian geometri jalur, perbaikan elevasi dan kelurusan rel, hingga stabilisasi jalur menggunakan alat berat. Selain itu, dilakukan penggantian bantalan rel yang rusak dan rel aus, serta penataan ballast (batu kricak) guna menjaga kekuatan struktur jalur.

Pemeriksaan detail juga dilakukan pada konstruksi jembatan dan sistem drainase, termasuk pembersihan saluran air serta normalisasi di wilayah rawan banjir dan genangan.

Tak hanya itu, Daop 4 Semarang turut meningkatkan patroli di daerah rawan amblesan, banjir, dan longsor, serta menempatkan petugas siaga prasarana selama 24 jam. Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) tambahan juga dioperasikan selama masa angkutan Lebaran.

Untuk mengantisipasi kondisi darurat, Alat Material untuk Siaga (AMUS) ditempatkan di lima titik, yakni Stasiun Pekalongan, Stasiun Brumbung, Stasiun Gundih, Stasiun Cepu, dan Stasiun Gambringan. Material tersebut meliputi ballast, besi, kayu, bantalan beton, serta perlengkapan lain yang disiagakan di atas gerbong datar agar dapat digunakan sewaktu-waktu.

Dengan langkah tersebut, Daop 4 Semarang menargetkan tidak ada gangguan prasarana yang dapat menghambat perjalanan kereta api selama periode Angkutan Lebaran 2026. Selain perawatan teknis, tim tanggap darurat dan peralatan pendukung juga disiagakan untuk merespons situasi darurat di lapangan.

“Untuk mendukung kelancaran operasional, masyarakat juga diimbau untuk tidak beraktivitas di jalur rel serta disiplin saat melintas di perlintasan sebidang,” pungkas Luqman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kisah nyata Film Horor “Santet Segoro Pitu” ternyata berasal dari Keluarga asal Semarang

infojatengupdate.com, Semarang – Sebagian masyarakat Indonesia masih mempercayai dunia perdukunan. Bagi mereka,…

Asal Usul Kromoleo di Magelang: Menelusuri Jejak Sejarah dan Budaya

Kromoleo merupakan salah satu warisan budaya yang tak ternilai di kawasan Magelang,…

DPRD bersama PJ Gubernur Jateng, Usulkan Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Jawa Tengah Periode 2025-2029.

infojatengupdate.com – 08/02/2025, 14.50 WIB SEMARANG, Info Jateng Update – DPRD Jawa…

5 Hal tentang Danantara: Asal-usul, Tujuan, hingga Jumlah Modal

infojatengupdate.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa peluncuran Badan Pengelola Investasi…