Infojatengupdate.com  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, terus memperkuat upaya pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar sosialisasi pendidikan karakter anti-perundungan melalui media film bertema cyberbullying sebagai sarana edukasi bagi para pendidik.

Kegiatan tersebut berlangsung di Bioskop New Star Cineplex (NSC) Kudus, Rabu, dan dihadiri langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama jajaran pemerintah daerah. Pemutaran film ini diikuti oleh seluruh kepala sekolah dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Kudus.

Dalam sambutannya, Bupati Sam’ani menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya edukatif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan perundungan di sekolah. Ia mengakui bahwa kasus perundungan masih belum terselesaikan, namun dapat diselesaikan secara efektif jika terdapat sinergi dan pengawasan yang optimal.

“Pemutaran film ini menjadi salah satu bentuk edukasi agar sekolah lebih peka dan responsif terhadap potensi perundungan, termasuk yang terjadi di ruang digital,” ujarnya.

Ia menambahkan, pencegahan perundungan tidak dapat dilakukan secara parsial. Oleh karena itu, Pemkab Kudus menggandeng berbagai pihak, seperti kepolisian, Komisi Perempuan dan Anak, serta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), guna memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal.

Selain edukasi, pengawasan di lingkungan sekolah juga terus ditingkatkan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pemanfaatan teknologi, seperti pemasangan kamera pengawas (CCTV) di ruang kelas maupun area strategis, termasuk kantin dan sudut-sudut sekolah.

Baca juga:  Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Akses Medsos! Sekolah di Kudus Tunggu Instruksi

Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi tindakan yang tidak diinginkan, sekaligus memperkuat sistem pengawasan internal sekolah.

Bupati Sam’ani juga menekankan pentingnya peran guru dan tenaga pendidik dalam membangun karakter siswa. Ia mengingatkan agar proses pendidikan berjalan secara profesional dan bebas dari otoritas yang berwenang.

“Guru sudah dipersiapkan untuk melakukan berbagai langkah. Jangan sampai ada tindakan semena-mena dalam proses pendidikan,” tegasnya.

Ke depan, Pemkab Kudus berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi terhadap program-program pendidikan karakter yang telah berjalan. Apalagi, program serupa direncanakan akan kembali digelar setelah Lebaran, mengingat dampaknya dinilai cukup signifikan.

Melalui sosialisasi ini, seluruh satuan pendidikan di Kudus diharapkan semakin aktif dalam mencegah dan menangani kasus perundungan. Selain itu, sekolah juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.

Baca juga:  Diam-Diam Berbahaya! Ini 5 Dampak Media Sosial pada Anak dan Remaja Menurut Psikolog

Sementara itu, Kepala SMP 3 Dawe, Etik Dwi Apriliyanti, menilai bahwa pemutaran film bertema cyberbullying memberikan perspektif baru bagi para pendidik. Ia menyebut, kejahatan perundungan saat ini tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga semakin marak di ruang digital.

“Film ini membuka wawasan kami tentang bentuk-bentuk perundungan siber yang mungkin selama ini luput dari perhatian,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pihak sekolah berencana mengadakan diskusi bersama para guru untuk mengkaji lebih dalam isi dan pesan yang disampaikan dalam film tersebut. Hasil diskusi itu nantinya akan disampaikan kepada siswa sebagai bagian dari pendidikan lanjutan.

Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa memiliki pemahaman yang lebih komprehensif terkait bahaya cyberbullying serta cara menghindarinya.

Lebih lanjut, Etik menambahkan bahwa materi dalam film tersebut juga relevan sebagai bahan refleksi bagi orang tua. Kesadaran akan pentingnya perlindungan di dunia digital, menurutnya, harus dibangun secara menyeluruh, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Sebagai tindak lanjutnya, SMP 3 Dawe berencana mengadakan agenda rutin pemutaran film edukatif melalui program edu sinema . Sekolah tersebut bahkan telah mengembangkan konsep bioskop sekolah sebagai media pembelajaran interaktif.

“Film edukatif nantinya tidak hanya ditujukan bagi siswa, tetapi juga akan melibatkan orang tua agar edukasi bisa berjalan lebih efektif,” jelasnya.

Upaya yang dilakukan Pemkab Kudus ini menunjukkan bahwa pendekatan kreatif, seperti pemanfaatan media film, dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat karakter pendidikan. Di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat, langkah-langkah ini dinilai relevan untuk menjawab tantangan baru dalam dunia pendidikan, khususnya terkait pencegahan perundungan siber.

Sumber: Antara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kisah nyata Film Horor “Santet Segoro Pitu” ternyata berasal dari Keluarga asal Semarang

infojatengupdate.com, Semarang – Sebagian masyarakat Indonesia masih mempercayai dunia perdukunan. Bagi mereka,…