kendaraan listrik

Infojatengupdate.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap pengembangan kendaraan listrik nasional dengan memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Langkah pemprov yang memesan puluhan bus listrik dari PT VKTR Sakti Industries (VKTS) di Kabupaten Magelang dinilai sebagai contoh dukungan nyata terhadap industri dalam negeri sekaligus percepatan transisi kendaraan listrik di Indonesia.

Saat meresmikan fasilitas perakitan kendaraan listrik komersial milik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Kamis, Presiden Prabowo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah daerah yang telah mengambil inisiatif tersebut.

“Saya terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah,” katanya.

Peresmian fasilitas ini tidak hanya menjadi simbol bertumbuhnya industri otomotif berbasis listrik, tetapi juga menandai langkah strategi menuju kemandirian energi nasional. Presiden berharap, kebijakan yang dilakukan Jawa Tengah dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk ikut mengadopsi kendaraan listrik sebagai bagian dari transportasi masyarakat mereka.

“Kita diharapkan dari pemerintah daerah lain juga akan memberi isyarat dan membeli produk bangsa kita sendiri, produk Tanah Air,” katanya.

Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

kendaraan listrik

Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Anindya Bakrie, mengungkapkan bahwa fasilitas perakitan di Magelang memiliki kapasitas produksi mencapai 3.000 unit bus dan truk listrik per tahun. Bahkan kapasitas tersebut berpotensi ditingkatkan hingga 10.000 unit per tahun seiring dengan perkembangan pasar.

Menurutnya, angka tersebut menjadi pijakan awal untuk memasuki pasar kendaraan komersial nasional yang sangat besar, dengan jumlah bus mencapai sekitar 280 ribu unit dan truk hingga 6,5 ​​juta unit.

Ia juga menyoroti dampak ekonomi signifikan dari elektrifikasi kendaraan komersial di Indonesia. “Kalau seluruh bus dan truk itu terelektrifikasi menjadi kendaraan listrik, ini bisa menghemat buat Indonesia sekitar 5 miliar dolar AS per tahun dari subsidi BBM,” katanya.

kendaraan listrik

Lebih jauh, Anindya menegaskan bahwa pengembangan kendaraan listrik bukan semata-mata untuk kepentingan bisnis, melainkan bagian dari upaya membangun kemandirian industri otomotif nasional yang berbasis energi bersih.

VKTR sendiri terus meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri. Pada tahun 2025, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) ditargetkan mencapai 40 persen, dan meningkat mendekati 60 persen pada tahun ini.

Keberadaan fasilitas yang berkumpul di Magelang diharapkan mampu memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Jawa Tengah sekaligus mendorong pertumbuhan industri serupa di berbagai daerah di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Cara Cek Hasil Kelulusan SNBP 2025 yang Diumumkan Hari Ini

infojatengupdate.com – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) akan mengumumkan hasil…