Infojatengupdate.com – Peningkatan suhu kawah Gunung Slamet kembali menjadi perhatian serius. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, meningkatkan kesiapsiagaan menyusul tren kenaikan aktivitas vulkanik dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi Irawan Sukma, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas gunung, terutama terkait kenaikan suhu kawah dan indikator vulkanik lainnya. Meski wilayah Banyumas bagian selatan dinilai relatif aman, kewaspadaan tetap diperketat.
Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), suhu kawah Gunung Slamet mengalami kenaikan dari 461 derajat Celcius menjadi 478 derajat Celcius pada Sabtu (18/4/2026).
Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan, yang kini kembali menunjukkan tren peningkatan. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menghubungkan potensi aktivitas gunung ke depan.
Menangapi perkembangan ini, BPBD Banyumas bersama sejumlah instansi terkait akan menggelar rapat koordinasi pada Kamis (23/4/2026) di Purwokerto.
Rapat tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Geologi serta BPBD dari wilayah sekitar Gunung Slamet seperti Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes. Fokus utama pembahasan adalah memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan jika aktivitas gunung meningkat signifikan.
Wilayah Selatan Gunung Slamet Relatif Aman, Tapi Tetap Waspada
Secara geografis, wilayah Kabupaten Banyumas yang berada di sisi selatan Gunung Slamet masih tergolong relatif aman dibandingkan lereng utara. Namun demikian, BPBD masyarakat mengingatkan agar tidak lengah.
Sejumlah wilayah yang dekat dengan Gunung Slamet, seperti Kecamatan Baturraden, Sumbang, Kedungbanteng, dan Cilongok, menjadi fokus pemantauan intensif.
Kegiatan wisata di kawasan Baturraden hingga saat ini masih dinilai aman. Lokasi tersebut berada cukup jauh dari kawah puncak, sehingga belum terdampak langsung oleh peningkatan aktivitas vulkanik.
Meski demikian, pengelola wisata dan pengunjung tetap diminta untuk mengikuti informasi resmi dan tidak mengabaikan potensi risiko.
BPBD mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta untuk selalu mengacu pada informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan secara mandiri, termasuk memahami jalur evakuasi serta langkah-langkah yang harus dilakukan jika terjadi kondisi darurat.
Sebelumnya, PVMBG telah memperluas batas aman di sekitar kawah Gunung Slamet dari dua kilometer menjadi tiga kilometer sejak 4 April 2026. Gunung ini sendiri masih berstatus Waspada (Level II) sejak 19 Oktober 2023.
Peningkatan aktivitas ditandai dengan perubahan visual dan data instrumental, termasuk kenaikan suhu kawah yang signifikan dari sekitar 247,4 derajat Celcius pada September 2024 menjadi lebih dari 460 derajat Celcius pada April 2026.
Kenaikan suhu kawah Gunung Slamet menjadi sinyal penting untuk meningkatkan kewaspadaan. Meski belum menunjukkan tanda bahaya langsung bagi wilayah Banyumas selatan, langkah antisipasi tetap diperlukan.
Dengan koordinasi lintas wilayah dan kesiapsiagaan masyarakat, diharapkan potensi risiko dapat diminimalkan. BPBD pun berharap kondisi Gunung Slamet segera kembali stabil tanpa menimbulkan dampak yang lebih luas.





