Infojatengupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, menggencarkan upaya deteksi dini kesehatan dengan fokus pada pencegahan kanker serviks. Langkah ini dilakukan melalui pemeriksaan materi genetik atau DNA virus Human Papilloma Virus (HPV) tipe risiko tinggi yang menjadi penyebab utama kanker leher rahim.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai organisasi profesi kesehatan.
Pemkab Batang Libatkan 16 Organisasi Profesi Kesehatan
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Batang menggandeng sebanyak 16 organisasi profesi kesehatan. Kolaborasi ini mencakup berbagai bidang, mulai dari dokter spesialis THT, dokter kulit, ikatan apoteker, hingga tenaga kesehatan masyarakat dan ahli gizi.
Keterlibatan lintas profesi ini diharapkan mampu memberikan layanan kesehatan yang lebih komprehensif kepada masyarakat.
Selain pemeriksaan DNA HPV, kegiatan ini juga mencakup pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC), serta penyakit tidak menular seperti diabetes, kolesterol, dan asam urat.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa program tidak hanya fokus pada satu penyakit, tetapi juga mendorong deteksi dini berbagai masalah kesehatan secara umum.
Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147, Pemkab Batang memberikan perhatian khusus pada kesehatan perempuan. Pemeriksaan DNA HPV menjadi layanan utama untuk mendeteksi risiko kanker serviks sejak dini.
“Kami ingin mendorong kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, untuk melakukan deteksi dini sebagai langkah pencegahan terhadap kanker serviks,” ujar Ida.
Langkah ini dinilai penting mengingat kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia.
Kegiatan ini menargetkan sedikitnya 300 peserta dari masyarakat umum. Antusiasme masyarakat diharapkan tinggi mengingat layanan yang diberikan cukup lengkap dan relevan dengan kebutuhan kesehatan saat ini.
Selain pemeriksaan kesehatan, peserta juga mendapatkan edukasi terkait pola hidup sehat dan pencegahan penyakit.
Sebagai bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), setiap peserta yang mengikuti kegiatan ini juga mendapatkan bingkisan berupa sayur.
Langkah ini menjadi simbol sekaligus dorongan nyata agar masyarakat mulai menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya yang dilakukan Pemkab Batang menunjukkan peralihan fokus layanan kesehatan dari kuratif ke preventif. Deteksi dini menjadi kunci untuk menekan angka penyakit serius seperti kanker serviks.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kesadaran masyarakat, diharapkan kualitas kesehatan masyarakat dapat terus meningkat secara berkelanjutan.




