Infojatengupdate.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah akan menggelar Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 dan UMKM Grande 2026 sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Perwakilan BI Jateng, M. Noor Nugroho, menyampaikan bahwa kinerja perekonomian Jawa Tengah sepanjang tahun 2025 tetap solid meski di tengah semakin meningkat secara global.
“Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,37 persen (year on year), didukung oleh permintaan domestik yang terjaga serta kontribusi investasi yang kuat,” ujarnya di Semarang, Rabu.
Ia menjelaskan, struktur ekonomi Jateng masih ditopang oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang terus meningkat, menandakan investasi menjadi motor utama pertumbuhan.
Baca juga: Dugaan Pelecehan Seksual Hakim Senior Jateng, HMI Desak MA Bertindak Tegas
Sejumlah sektor unggulan yang dinilai memiliki peluang besar bagi investor, antara lain bidang industri dan manufaktur, energi baru terbarukan, pertanian dan industri pengolahan pangan, serta pariwisata dan ekonomi kreatif.
Minat investor terhadap Jawa Tengah juga terus meningkat. Hal ini tercermin dari pencapaian CJIBF tahun sebelumnya yang menghasilkan 60 Letter of Intent (LoI) dengan nilai mencapai Rp75,03 triliun .
“Capaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim investasi Jawa Tengah yang semakin kondusif dan kompetitif,” katanya.
CJIBF sendiri merupakan forum tahunan yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta investor domestik dan internasional guna mendorong realisasi investasi dan memperluas kerja sama perdagangan.
Baca juga:Kejati Jateng Periksa Sekda Sumarno soal Pengadaan Smartboard 2024
Pada tahun 2026, CJIBF akan diselenggarakan pada 11–12 Mei di Semarang dengan mengusung tema “Jawa Tengah Berkembang: Memperkuat Investasi dan Memberdayakan UKM untuk Pertumbuhan Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan.”
Selain investasi, BI Jateng juga mendorong penguatan sektor UMKM melalui gelaran UMKM Grande 2026 yang berlangsung pada 7–11 Mei di Atrium Mal Paragon Semarang dengan tema “Tumbuh, Tangguh dan Mendunia.”
UMKM Grande—yang merupakan singkatan dari Green, Kerakyatan, Digital, dan Ekspor —telah digelar sejak 2019 dan tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-8.
Kegiatan ini fokus pada peningkatan daya saing UMKM berbasis pariwisata serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pasar.
Sebanyak 75 pelaku UMKM akan ambil bagian dalam pameran yang mencakup enam kategori, di antaranya fesyen, kerajinan, dekorasi rumah, furnitur, serta makanan dan minuman olahan.
Tak hanya pameran, rangkaian acara juga mencakup business matching , literasi keuangan dan bisnis, workshop, edukasi Cinta Bangga dan Paham (CBP) Rupiah , hingga Kompetisi Seduh Racikopi Grande 2026 dan Jasirah Family Challenge .








