Infojatengupdate.com – Keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bantul kini tengah menghadapi tantangan serius. Menyusul adanya laporan pencemaran lingkungan yang berdampak langsung pada warga, sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Tutup untuk sementara waktu guna proses evaluasi dan perbaikan fasilitas.
Langkah tegas ini diambil setelah ditemukan indikasi kuat bahwa limbah operasional dari salah satu dapur di Kapanewon Srandakan mencemari sumber air bersih milik warga sekitar. Warga mengeluhkan kondisi air sumur mereka yang mendadak berbau tak sedap dan mengeluarkan busa, sehingga tidak lagi layak untuk dikonsumsi maupun digunakan untuk kebutuhan harian.
Fokus pada Perbaikan IPAL
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul, Hermawan Setiaji, menjelaskan bahwa penghentian operasional ini merupakan bentuk perlindungan terhadap hak-hak masyarakat lokal. Pemerintah daerah memberikan tenggat waktu yang ketat bagi pengelola untuk segera membenahi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar memenuhi standar kesehatan dan lingkungan.
“Kami tidak ingin program nasional yang mulia ini justru meninggalkan dampak negatif bagi lingkungan. Oleh karena itu, operasional dapur MBG di Tutup sementara hingga sistem pengolahan limbahnya dinyatakan aman oleh pihak terkait,” tegas Hermawan dalam keterangannya.
Tak Hanya Limbah, Keamanan Pangan Jadi Evaluasi
Selain masalah limbah di Srandakan, beberapa titik dapur lainnya juga ikut dinonaktifkan menyusul adanya laporan dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa sekolah dasar di wilayah Bantul. Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Dinas Kesehatan setempat kini tengah melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan dan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap standar higienitas di dapur-dapur penyedia.
Penutupan sementara ini mencakup lima unit dapur yang dianggap belum memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, termasuk kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Komitmen Terhadap Warga Terdampak
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, pihak pengelola dapur di Srandakan telah berkomitmen untuk menyediakan bantuan air bersih bagi warga yang terdampak pencemaran. Rencana pembuatan sumur bor baru sebagai solusi permanen juga sedang dalam proses koordinasi agar lokasinya jauh dari jangkauan limbah dapur.
Meski operasional beberapa dapur MBG di Tutup, pemerintah memastikan bahwa evaluasi ini dilakukan demi meningkatkan kualitas program di masa mendatang. Keamanan pangan bagi siswa dan kenyamanan lingkungan bagi warga sekitar tetap menjadi prioritas utama di atas target pemenuhan kuota distribusi harian.
Diharapkan, setelah proses audit dan perbaikan fasilitas selesai, dapur-dapur tersebut dapat kembali beroperasi dengan standar yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan.








