BRANJANG, UNGARAN BARAT — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Dersuni, Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dalam mengembangkan strategi pemasaran digital untuk produk sapu ijuk dan gula aren.

Pendampingan yang menjadi bagian dari program kerja KKN tersebut dilakukan untuk membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan promosi melalui media sosial. Sebelumnya, pemasaran kedua produk lokal itu masih mengandalkan metode konvensional, seperti promosi dari mulut ke mulut, pelanggan tetap, serta penjualan melalui perantara.

Kondisi tersebut membuat produk UMKM Dusun Dersuni belum memiliki eksistensi yang kuat di ruang digital. Bahkan, pelaku usaha yang menjadi sasaran pendampingan belum memiliki akun media sosial khusus untuk memasarkan produknya.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Jurusan Ekonomi Universitas Diponegoro, Revilina Indah Sari, menjadikan pendampingan digital marketing sebagai salah satu program kerja selama pelaksanaan KKN di Desa Branjang.

Program tersebut menyasar pelaku UMKM sapu ijuk dan gula aren di Dusun Dersuni. Pendampingan tidak hanya berfokus pada pembuatan akun media sosial, tetapi juga mencakup pengenalan dasar-dasar pemasaran digital, penguatan identitas usaha, pembuatan konten, hingga pengelolaan media sosial secara mandiri.

Salah satu pelaku UMKM, Marmadi, mengungkapkan bahwa selama ini pemasaran produknya masih dilakukan secara sederhana.

“Kita belum punya media sosial untuk jualan. Selama ini ya jual dari mulut ke mulut saja, atau melalui sales. HP juga dipakai seadanya, belum kepikiran mau mulai dari mana,” ujar Marmadi.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN memulai pendampingan dari tahap dasar. Tim terlebih dahulu melakukan observasi untuk mengetahui kesiapan digital masing-masing pelaku usaha, termasuk kemampuan menggunakan telepon pintar dan aplikasi media sosial.

Setelah itu, mahasiswa mendampingi pelaku UMKM membuat akun Instagram dan TikTok. Tahapan tersebut meliputi pendaftaran akun, pengisian profil usaha, pemilihan foto profil, hingga penyusunan unggahan awal yang menampilkan produk.

Pendampingan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan identitas visual usaha. Mahasiswa membantu menyusun template desain yang dapat digunakan secara berulang, sekaligus membuat kalender konten sebagai panduan publikasi selama satu bulan.

Materi konten yang disiapkan juga dibuat beragam. Selain konten promosi produk, pelaku UMKM diarahkan membuat konten edukasi mengenai proses produksi, cerita di balik produk, testimoni pelanggan, serta dokumentasi proses pembuatan sapu ijuk dan gula aren.

Anggota tim KKN, Sabrina, mengatakan pendampingan dilakukan dengan pendekatan praktik agar pelaku UMKM dapat langsung menerapkan materi yang diberikan.

“Kami nggak cuma kasih materi, tapi langsung praktik bareng pelaku UMKM. Diajarin cara ambil foto produk pakai HP, menulis caption, memilih hashtag, sampai menentukan jadwal unggahan,” kata Sabrina.

Menurut tim KKN, kemampuan membuat konten menjadi salah satu keterampilan dasar yang perlu dimiliki pelaku UMKM ketika mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Karena itu, pendampingan diarahkan agar pelaku usaha tidak hanya memiliki akun, tetapi juga mampu mengelolanya secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan, program pendampingan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari observasi dan wawancara, pembuatan akun media sosial, pelatihan branding digital, penyusunan kalender konten, praktik fotografi dan video produk, simulasi pengelolaan media sosial, hingga evaluasi implementasi.

Hasil pendampingan kemudian dirangkum dalam pedoman pengelolaan media sosial yang dapat digunakan pelaku UMKM setelah program KKN berakhir. Pedoman tersebut memuat template desain, kalender konten, ide publikasi, panduan penulisan caption, penggunaan hashtag, serta rekomendasi pengelolaan akun media sosial.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN berharap pemanfaatan media sosial dapat menjadi alternatif pemasaran bagi UMKM Dusun Dersuni. Keberadaan akun digital juga diharapkan membantu pelaku usaha memperkenalkan produk kepada calon konsumen di luar lingkungan sekitar desa.

Pendampingan digital marketing tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha dan memperluas peluang pasar bagi pelaku UMKM.

Program ini juga berkaitan dengan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, terutama melalui pengenalan teknologi digital sebagai bagian dari inovasi pemasaran UMKM.

Pendampingan pemasaran digital tersebut merupakan bagian dari rangkaian program KKN Universitas Diponegoro di Desa Branjang yang berfokus pada tiga pilar utama, yakni Pasar Kreatif, Koperasi Desa, dan Ekonomi Hijau.

Dengan mulai masuknya sapu ijuk dan gula aren Dusun Dersuni ke ruang digital, pelaku UMKM diharapkan memiliki saluran promosi baru yang dapat dikelola secara mandiri. Langkah tersebut menjadi bagian awal dari upaya memperluas pengenalan produk lokal sekaligus memperkuat kapasitas pemasaran UMKM di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin digital.

Penulis: Revilina Indah Sari, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro
Dosen Pembimbing: Muhammad Hamdan Mukafi, S.S., M.A.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Cara Cek Hasil Kelulusan SNBP 2025 yang Diumumkan Hari Ini

infojatengupdate.com – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) akan mengumumkan hasil…

KPU Akui Tingkat Partisipasi Pilkada 2024 Tak Setinggi Pilpres dan Pileg

Pada tahun 2024, Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam hal partisipasi pemilih di…

Sritex PHK 8.400 Karyawan, Pemerintah Pastikan Hak Buruh Terjamin

infojatengupdate.com – Kurator Pengadilan Niaga telah memutuskan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap…

Ahmad Luthfi Minta Hak JHT dan JKP 10.965 Pegawai Sritex Dibayarkan Sebelum Lebaran

SEMARANG, infojatengupdate.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengupayakan agar hak Jaminan…