BRANJANG, UNGARAN BARAT — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 14 Universitas Diponegoro (UNDIP) mendampingi pengembangan pemasaran Gula Aren Dandang Gendis, produk olahan masyarakat Dusun Dersuni, Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, melalui pemanfaatan katalog digital dan media sosial.

Pendampingan yang dilakukan Alisya Rihadatul Zain, mahasiswa Ilmu Keperawatan UNDIP, tidak hanya berfokus pada promosi produk. Melalui konten digital, masyarakat juga dikenalkan pada informasi mengenai kandungan gula aren serta pentingnya mengonsumsi produk bergula secara bijak.

Gula Aren Dandang Gendis merupakan produk yang dibuat dari nira pohon aren dan diolah secara tradisional oleh masyarakat Dusun Dersuni. Produk tersebut menjadi salah satu potensi ekonomi lokal yang dikembangkan masyarakat setempat.

Dalam materi edukasi yang disiapkan, mahasiswa memperkenalkan sejumlah kandungan yang terdapat dalam gula aren, antara lain karbohidrat sebagai sumber energi serta sejumlah mineral dan komponen alami yang berasal dari nira.

Pengolahan gula aren yang relatif sederhana juga menjadi bagian dari informasi yang disampaikan dalam konten digital. Namun, informasi tersebut tidak digunakan untuk menempatkan gula aren sebagai produk yang secara otomatis lebih sehat dibandingkan jenis gula lainnya.

Edukasi justru menekankan bahwa gula aren tetap merupakan bahan pangan yang mengandung gula sehingga konsumsinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan pola makan secara keseluruhan.

“Promosi produk kami arahkan sekaligus menjadi media edukasi. Jadi, masyarakat tidak hanya mengetahui produknya, tetapi juga memahami bahwa konsumsi gula tetap perlu dilakukan secara bijak,” ujar Alisya.

Selain memperkenalkan kandungan produk, materi digital juga memuat informasi mengenai karakteristik gula aren yang berbeda dari gula pasir. Perbedaan tersebut antara lain terdapat pada rasa, aroma, warna, serta proses pengolahannya.

Sejumlah penelitian mengenai gula palma juga menjadi rujukan dalam penyusunan materi edukasi, termasuk penelitian yang membahas indeks glikemik. Namun, informasi tersebut disampaikan secara hati-hati agar tidak menimbulkan anggapan bahwa gula aren bebas risiko bagi kesehatan atau dapat dikonsumsi tanpa batas.

Digitalisasi pemasaran dilakukan melalui pembuatan e-catalog dan pemanfaatan Instagram sebagai sarana untuk memperkenalkan Gula Aren Dandang Gendis kepada calon konsumen. Melalui media tersebut, informasi produk, proses pengolahan, dan materi edukasi dapat dikemas dalam bentuk visual yang lebih mudah diakses masyarakat.

Selain promosi melalui media sosial, pendampingan juga mencakup pemanfaatan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran digital. Penggunaan pembayaran nontunai tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan kebiasaan transaksi yang semakin berkembang di masyarakat.

Bagi Alisya sebagai mahasiswa Ilmu Keperawatan, penyampaian informasi mengenai konsumsi gula menjadi bagian dari pendekatan promotif dan preventif. Edukasi kesehatan diberikan melalui materi yang sederhana dan dikaitkan dengan produk yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Program tersebut sekaligus mempertemukan dua kebutuhan, yakni penguatan pemasaran UMKM dan peningkatan literasi masyarakat terhadap informasi pangan. Dengan memanfaatkan media digital, produk lokal tidak hanya diperkenalkan sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga menjadi sarana penyampaian informasi yang relevan bagi konsumen.

Kegiatan pendampingan tersebut turut diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan UMKM, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital, serta SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi mengenai konsumsi pangan.

Melalui pemanfaatan katalog digital, media sosial, dan pembayaran nontunai, Gula Aren Dandang Gendis mulai mendapatkan ruang promosi yang lebih luas. Upaya tersebut menjadi bagian dari proses adaptasi UMKM lokal terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan karakter tradisional yang menjadi bagian dari identitas produknya.

Bagi masyarakat Dusun Dersuni, digitalisasi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperluas pengenalan produk Gula Aren Dandang Gendis sekaligus meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan usahanya.

Penulis: Alisya Rihadatul Zain, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro
Dosen Pembimbing: Muhammad Hamdan Mukafi, S.S., M.A.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Cara Cek Hasil Kelulusan SNBP 2025 yang Diumumkan Hari Ini

infojatengupdate.com – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) akan mengumumkan hasil…

KPU Akui Tingkat Partisipasi Pilkada 2024 Tak Setinggi Pilpres dan Pileg

Pada tahun 2024, Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam hal partisipasi pemilih di…

Sritex PHK 8.400 Karyawan, Pemerintah Pastikan Hak Buruh Terjamin

infojatengupdate.com – Kurator Pengadilan Niaga telah memutuskan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap…

Ahmad Luthfi Minta Hak JHT dan JKP 10.965 Pegawai Sritex Dibayarkan Sebelum Lebaran

SEMARANG, infojatengupdate.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengupayakan agar hak Jaminan…