Temanggung – Mahasiswa Giat 16 KKN Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang berlokasi di Desa Getas turut hadir dalam acara Ruwatan yang diselenggarakan oleh komunitas Buddha di Dusun Krecek pada hari Minggu (12/7). Kehadiran para mahasiswa menunjukkan partisipasi aktif dalam mendukung pelestarian budaya serta memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di antara masyarakat yang beragam.
Ruwatan merupakan salah satu upacara yang masih dilestarikan oleh warga Dusun Krecek sebagai wujud rasa syukur, doa untuk keselamatan, dan harapan untuk kehidupan yang damai dan sejahtera. Acara ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh tokoh agama, pemimpin komunitas, serta penduduk setempat yang bersama-sama berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya serta nilai-nilai luhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
“Acara ruwatan sendiri dilakukan rutin satu kali dalam satu tahun sebagai rangkaian dari acara Hari Waisak dan bentuk mensucikan diri dan merefleksikan kepada Tuhan,” ujar Suyanto, Kepala Dusun Krecek.
Mahasiswa GIAT 16 Universitas Negeri Semarang (UNNES) berpartisipasi dalam acara tersebut sebagai bagian dari kegiatan masyarakat. Program KKN GIAT 16 UNNES diorganisir oleh Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata LPPM UNNES bekerja sama dengan mitra terkait, dengan pelaksanaan program yang melibatkan mahasiswa secara langsung di komunitas desa. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai bentuk partisipasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk memahami lebih dalam nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan toleransi yang terdapat di Desa Getas.
Partisipasi tersebut sejalan dengan prinsip “Bersama UNNES GIAT, Membangun Indonesia dari Desa”, yang mengajak mahasiswa untuk hadir dan berkontribusi secara langsung dalam kehidupan sosial masyarakat. Melalui kegiatan seperti Ruwatan, mahasiswa tidak hanya dapat mempelajari keragaman budaya dan kehidupan beragama masyarakat, tetapi juga berkesempatan memahami tahapan pelaksanaan Ruwatan Umat Buddhis.
Rangkaian acara dimulai sejak pagi dengan prosesi berjalan beriringan dimulai dari Vihara Dhamma Sarana menuju Mandala Buddha Bhavana dan dilanjutkan dengan berdoa dengan dipimpin oleh Bhante dan di ikuti oleh Umat Buddha. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara kesenian seperti penampilan Wayang dan tarian daerah pada siang hingga malam hari. Puncak acara Ruwatan berupa prosesi pemercikan air suci (tirta) pada peserta acara Ruwatan yang dipimpin oleh Bhante. Air suci tersebut melambangkan pembersihan diri dari berbagai energi negatif, marabahaya, dan kesialan (sukerta) dan rangkaian kegiatan diakhiri dengan prosesi iring-iringan gunungan hasil pertanian sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan dan simbol berbagi kepada sesama. Warga yang mengenakan pakaian adat Jawa berjalan beriringan sambil melantunkan doa-doa Buddhis dan mantra suci demi keselamatan alam semesta.
Mahasiswa GIAT Universitas Negeri Semarang (UNNES) terlibat aktif mendampingi pemuda dusun dalam menyukseskan upacara ritual ruwatan di Dusun Krecek, Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung. Keterlibatan dalam tradisi lokal ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara mendalam keberagaman budaya serta kehidupan sosial masyarakat setempat. Interaksi langsung dengan warga juga menjadi sarana efektif dalam memperkuat hubungan sosial, membangun rasa saling menghargai, dan menumbuhkan sikap toleransi antarumat beragama yang hidup berdampingan di desa tersebut.
Kehadiran mahasiswa KKN giat 16 UNNES dalam tradisi ruwatan ini menegaskan komitmen tagas Universitas Negeri Semarang terhadap program pengabdian masyarakat. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan pemberdayaan ekonomi, tetapi juga menyasar penguatan nilai budaya serta moderasi beragama demi terciptanya masyarakat yang harmonis dan inklusif.
Tradisi ruwatan wujud nyata kolaborasi elemen masyarakat dan mahasiswa KKN Giat 16 UNNES dalam merawat kembali tradisi Umat Buddha melalui serangkaian kegiatan keagamaan sebagai bentuk penanaman nilai-nilai luhur dan warisan budaya serta upaya penguatan sosial masyarakat di tengah arus modernitas dan dinamika yang ada. Kebersamaan tersebut sejalan dengan upaya dan komitmen nyata “Bersama UNNES GIAT, Membangun Indonesia dari Desa.”







