SEMARANG, Infojatengupdate – Akses masyarakat terhadap jaminan sosial dan perlindungan hukum menjadi salah satu fokus utama Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) Jawa Tengah. Program tersebut diproyeksikan menjadi agenda prioritas kepengurusan DPD ORI Jawa Tengah periode 2026–2031.
Ketua Umum DPP ORI Andi Gani Wea mengatakan, ORI merupakan organisasi kemasyarakatan yang berlandaskan semangat nasionalisme dan terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.
Ia berharap kepengurusan ORI Jawa Tengah dapat menjadi salah satu contoh pengembangan organisasi di tingkat daerah, sekaligus memperluas manfaat program bagi masyarakat.
“Kami berharap ORI Jawa Tengah bisa menjadi salah satu contoh bagi pengembangan organisasi ORI di daerah lain,” ujar Andi usai menghadiri pelantikan pengurus DPD ORI Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (19/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Andi juga menyampaikan rencana kerja sama ORI dengan Perum Bulog untuk menggelar pasar murah di sejumlah wilayah Jawa Tengah.
“Nanti ORI Jawa Tengah juga akan bisa bekerja sama dengan Bulog untuk mengadakan pasar murah di seluruh kabupaten di Jawa Tengah,” katanya.
Pelantikan pengurus DPD ORI Jawa Tengah turut dirangkaikan dengan peresmian kantor organisasi serta penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat dan santunan bagi anak yatim.
Ketua DPD ORI Jawa Tengah periode 2026–2031, Sri Endahwati, mengatakan jaminan sosial dan bantuan hukum akan menjadi dua program utama yang menjadi perhatian kepengurusan selama lima tahun ke depan.
Menurut Sri, persoalan jaminan sosial tidak hanya menyangkut kepesertaan masyarakat, tetapi juga keberlanjutan akses terhadap layanan jaminan sosial ketika masyarakat membutuhkannya.
“Program utama kita adalah jaminan sosial. Jadi, kalau Bapak, Ibu, rakyat, masyarakat semuanya yang membutuhkan bantuan, kalau ada BPJS yang aktif, nanti bisa kita bantu untuk mengaktifkan,” kata Sri.
Selain jaminan sosial, ORI Jawa Tengah akan memberikan perhatian terhadap akses masyarakat terhadap bantuan dan perlindungan hukum.
Sri menilai biaya dan akses terhadap layanan hukum masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Karena itu, ORI Jateng berencana menghadirkan pendampingan hukum sebagai bagian dari program organisasi.
“Yang kedua, program kita adalah bantuan hukum, perlindungan hukum. Kita ketahui perlindungan hukum terasa mahal untuk rakyat. Dengan adanya ORI, bisa membantu untuk perlindungan hukum,” ujarnya.
Program ORI Jateng juga menyasar kalangan pemuda melalui pengembangan kewirausahaan. Sri mengatakan latar belakang sejumlah pengurus yang berasal dari kalangan pengusaha muda menjadi salah satu modal untuk mendorong generasi muda agar berani memulai usaha.
“Karena HIPMI juga hadir bersama ORI, karena basis kita semuanya ini adalah pengusaha muda, insyaallah untuk ORI Jawa Tengah kita siap menciptakan pemuda-pemuda yang mau berusaha dan menjadi pengusaha muda,” katanya.
Untuk memperluas jangkauan organisasi sekaligus menjalankan berbagai program tersebut, DPD ORI Jawa Tengah menargetkan pembentukan kepengurusan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Sri mengatakan proses pembentukan kepengurusan di daerah akan dilakukan setelah pelantikan nasional ORI yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
“Setelah November nanti ada pelantikan nasional, kita akan bergerak untuk membentuk semua ORI di kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah. Targetnya semua. Target itu harus besar,” tandasnya.






