Infojatengupdate.com – Ratusan rumah warga di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang yang terjadi pada Senin sore. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sedikitnya 221 rumah terdampak yang tersebar di empat desa.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, mengatakan rumah-rumah yang terdampak berada di Desa Terangmas, Kalirejo, Glagahwaru, dan Medini.
“Data sementara tercatat ada 221 rumah warga yang terdampak angin kencang,” ujarnya di Kudus, Senin.
Hujan Deras Disertai Angin Kencang
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Awalnya wilayah tersebut diguyur hujan ringan disertai angin. Namun, dalam waktu singkat intensitas hujan meningkat menjadi sangat deras, diikuti angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang serta merusak atap dan genteng rumah warga.
Kerusakan yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, terutama pada bagian atap bangunan.
Dua Bangunan Roboh, Satu Warga Terluka
Selain merusak rumah warga, angin kencang juga menyebabkan dua bangunan roboh di Desa Terangmas. Salah satunya merupakan rumah milik warga bernama Seketi yang roboh total.
Korban dilaporkan mengalami luka dan telah dilarikan ke Puskesmas Undaan untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, satu bangunan lainnya berupa gudang tratak juga roboh, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Kebutuhan Mendesak dan Penanganan
BPBD mencatat kebutuhan mendesak saat ini berupa perbaikan material, terutama sekitar 14.400 genteng untuk memperbaiki rumah warga yang rusak.
Selain itu, dukungan logistik pangan juga diperlukan untuk membantu warga terdampak.
Petugas gabungan hingga kini masih melakukan penanganan di lokasi, termasuk asesmen, koordinasi lintas instansi, serta pembersihan pohon tumbang di sejumlah titik, seperti di Desa Glagahwaru dan Medini.
Penanganannya melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, hingga relawan seperti Kencana Undaan, Destana, dan Undaan Rescue.
Kerugian Masih Didata
BPBD menyebutkan bahwa nilai kerugian akibat kejadian ini masih dalam proses pendataan. Laporan yang ada saat ini bersifat sementara karena asesmen di lapangan masih terus berlangsung.
Meski begitu, pemerintah daerah memastikan terjadinya keadaan darurat terus dilakukan agar warga yang terdampak dapat segera mendapatkan bantuan dan kembali beraktivitas secara normal.





