INFOJATENGUPDATE.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem Jawa Tengah yang diperkirakan masih berlangsung hingga pekan ke depan. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan karena hujan deras berpeluang disertai angin kencang, kilat, banjir, dan tanah longsor. Penting untuk memahami dampak cuaca ekstrem Jawa Tengah bagi aktivitas sehari-hari.
BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang menyatakan cuaca ekstrem Jawa Tengah masih menjadi ancaman bagi banyak wilayah di Jawa Tengah hingga Minggu, 18 Januari 2026, dan potensi serupa diperkirakan berlanjut pada 23–25 Januari 2026. Peringatan ini dikeluarkan berdasarkan kondisi atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan intens. Semua pihak diharapkan tetap waspada terhadap cuaca ekstrem Jawa Tengah yang dapat terjadi kapan saja.
Sejak Jumat (16/1/2026), hujan ringan hingga sedang telah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, dan intensitas hujan diperkirakan meningkat pada siang hingga malam hari di puluhan kabupaten/kota. BMKG juga menetapkan status waspada dan siaga di banyak wilayah sebagai langkah antisipatif terhadap cuaca ekstrem Jawa Tengah.
Baca Juga : Banjir dan Longsor di Kudus, Pati, Jepara – Ribuan Warga Terdampak, Penanganan Terus Dilakukan
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Semarang, Yoga Sembodo, menyatakan potensi banjir dan longsor masih dapat meningkat karena hujan lebat yang diprediksi terjadi beberapa hari ke depan. “Meskipun belum sampai status awas, tetapi cuaca ekstrem itu patut menjadi perhatian,” ujar Yoga.
Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem
Mengenal Cuaca Ekstrem Jawa Tengah
BMKG menjabarkan sejumlah wilayah yang masuk dalam status waspada hingga 18 Januari 2026, meliputi:
- Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Purworejo, Temanggung
- Kabupaten/Kota Magelang, Surakarta, Karanganyar, Sragen, Grobogan
- Blora, Rembang, Kendal, Batang, Kota Pekalongan, dan Kabupaten/Kota Tegal
Sementara status siaga mencakup wilayah seperti Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Semarang, Salatiga, Boyolali, Jepara, Pati, Kudus, serta Pemalang dan Brebes.
Selain itu, BMKG menyebut masih terdapat potensi cuaca ekstrem lanjutan pada 23–25 Januari 2026. Kondisi ini berkaitan dengan dinamika atmosfer seperti pertemuan massa udara dan sirkulasi siklonik yang mendukung pembentukan hujan intens di wilayah Jawa Tengah.
Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi
Cuaca ekstrem berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti:
- Banjir dan genangan air di wilayah rendah
- Tanah longsor di daerah perbukitan
- Angin kencang dan sambaran petir
BMKG menyarankan warga untuk memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG seperti aplikasi InfoBMKG, situs web, dan media sosial resmi.
Dalam periode puncak musim hujan ini, masyarakat di daerah rawan bencana diminta berkordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat setempat untuk meningkatkan sikap kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem








