INFOUPDATEJATENG.COM, SEMARANG — Realisasi investasi di Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif. Sepanjang periode terbaru, nilai investasi yang masuk ke provinsi ini tercatat mencapai Rp88,50 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Dengan peningkatan ini, investasi Jawa Tengah semakin menarik perhatian para investor.
Capaian tersebut menegaskan Jawa Tengah sebagai salah satu daerah tujuan investasi utama di Indonesia, baik bagi penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA).

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa lonjakan investasi ini merupakan hasil dari berbagai kebijakan strategis yang berfokus pada kemudahan berusaha, kepastian hukum, serta penguatan infrastruktur pendukung investasi.
“Pertumbuhan investasi ini menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap Jawa Tengah terus meningkat. Pemerintah provinsi berkomitmen menjaga iklim investasi yang sehat, aman, dan berkelanjutan,” ujar Luthfi.
Baca Juga : Risma Ardhi Chandra Resmi Menjabat Plt Bupati Pati, Wagub Jateng Titipkan Pesan Penting
Didominasi Sektor Industri dan Padat Karya
Realisasi investasi di Jawa Tengah didorong oleh berbagai sektor unggulan, terutama industri manufaktur, industri pengolahan, serta sektor padat karya yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Selain itu, sektor perdagangan, jasa, dan infrastruktur juga memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian tersebut.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai masuknya investasi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga berperan penting dalam membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Perizinan Dipermudah, Investor Makin Percaya
Salah satu faktor utama peningkatan investasi adalah penyederhanaan proses perizinan melalui sistem pelayanan terpadu. Pemprov Jateng terus memperkuat koordinasi lintas instansi agar investor mendapatkan kepastian waktu dan prosedur yang jelas.
Selain itu, stabilitas daerah dan dukungan pemerintah kabupaten/kota turut menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya di Jawa Tengah.
Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah
Ahmad Luthfi menegaskan bahwa investasi yang masuk tidak hanya terpusat di kawasan industri tertentu, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pemerataan pembangunan hingga wilayah perdesaan.
Pemerintah daerah mendorong investasi yang berorientasi pada pengembangan UMKM lokal, peningkatan nilai tambah produk daerah, serta pemanfaatan potensi sumber daya lokal secara optimal.
“Investasi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Tidak hanya angka, tetapi juga dampak ekonomi dan sosial,” tegasnya.
Optimisme Target Investasi Tahun Berikutnya
Dengan capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis target investasi pada tahun berikutnya dapat tercapai bahkan melampaui proyeksi. Pemprov akan terus memperkuat promosi investasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memastikan pembangunan infrastruktur berjalan selaras dengan kebutuhan industri.
Capaian investasi Rp88,50 triliun ini menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Tengah semakin kompetitif sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional.








