Perbincangan soal kapan Lebaran 2026 mulai ramai dibahas publik. Seperti tahun-tahun sebelumnya, potensi perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri kembali mencuat. Masyarakat pun dibuat penasaran, apakah tahun ini Lebaran akan dirayakan serentak atau justru kembali berbeda?
Muhammadiyah menjadi pihak yang lebih dulu memberikan kepastian. Melalui metode hisab atau perhitungan astronomi, Muhammadiyah biasanya sudah menetapkan 1 Syawal jauh hari sebelumnya. Metode ini mengandalkan posisi bulan secara matematis, sehingga hasilnya bisa diprediksi lebih awal tanpa menunggu pengamatan langsung.
Sementara itu, pemerintah bersama Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode rukyatul hilal, yakni pengamatan langsung terhadap munculnya bulan sabit muda. Penentuan ini akan diputuskan melalui sidang isbat yang digelar menjelang akhir Ramadan.
Di sinilah potensi perbedaan sering terjadi. Jika posisi hilal dinilai belum memenuhi kriteria visibilitas saat rukyat, maka pemerintah bisa menetapkan Lebaran sehari lebih lambat dibanding Muhammadiyah.

BMKG dan BRIN turut berperan penting dalam proses ini. Keduanya menyediakan data astronomi, mulai dari tinggi hilal, elongasi, hingga kemungkinan visibilitas bulan di berbagai wilayah Indonesia. Data tersebut menjadi bahan pertimbangan utama dalam sidang isbat.
Untuk 2026, sejumlah prediksi awal menunjukkan posisi hilal berada dalam kondisi yang cukup krusial. Artinya, peluang terjadinya perbedaan penetapan 1 Syawal masih terbuka. Meski belum ada keputusan final, kondisi ini membuat masyarakat mulai bersiap dengan berbagai kemungkinan.
Situasi seperti ini bukan hal baru di Indonesia. Perbedaan metode antara hisab dan rukyat sudah lama menjadi bagian dari dinamika penentuan awal bulan Hijriah. Meski terkadang memicu kebingungan, pemerintah selalu mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga toleransi.
Di sisi lain, kepastian tanggal Lebaran sangat dinantikan, terutama bagi mereka yang ingin merencanakan mudik, cuti, hingga agenda keluarga. Perbedaan satu hari saja bisa berdampak pada jadwal perjalanan dan aktivitas lainnya.
Hingga kini, keputusan resmi pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat. Sementara Muhammadiyah dengan perhitungannya sudah memberikan gambaran awal. Lalu, apakah Lebaran 2026 akan serentak atau kembali berbeda?
Jawabannya akan segera terungkap mendekati akhir Ramadan. Yang jelas, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti keputusan sesuai keyakinan masing-masing.
Jadi, menurut kamu, Lebaran tahun ini bakal barengan atau beda lagi?





