Infojatengupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, menyiapkan sebanyak 79 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk ditugaskan di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tersebar di wilayah setempat.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kudus, Tulus Triyatmika, mengatakan penyiapan tenaga ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat terkait penguatan kelembagaan koperasi desa.

“Sebanyak 79 PPPK yang kami siapkan, sebagian merupakan PPPK penuh waktu dan sebagian lagi PPPK paruh waktu,” ujarnya di Kudus, Senin.

Ditempatkan di 79 Koperasi Desa

Saat ini, jumlah KDMP di Kabupaten Kudus tercatat sebanyak 79 lokasi yang tersebar di 132 desa/kelurahan. Setiap koperasi nantinya akan diisi maksimal tiga orang tenaga pendamping.

Namun karena jumlah PPPK yang disiapkan hanya 79 orang, penempatan dan pembagian peran akan disesuaikan oleh masing-masing pengelola koperasi.

Lulusan Minimal D3, Bukan Tenaga Pendidikan dan Kesehatan

Tulus menjelaskan bahwa pegawai yang dipersiapkan memiliki kualifikasi pendidikan minimal Diploma 3 (D3) dan tidak berasal dari tenaga kependidikan maupun tenaga kesehatan.

Adapun posisi yang dapat diisi meliputi:

  • Manajer Pendamping
  • Bagian keuangan
  • Bagian logistik atau gudang

“Karena pegawai yang kami siapkan hanya 79 orang untuk 79 KDMP, tentunya nanti yang menentukan dari pihak pengelola koperasinya,” jelasnya.

Saat ini, usulan penempatan 79 PPPK tersebut telah diserahkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pemkab Kudus masih menyetujui serta petunjuk teknis lanjutan, termasuk menunggu skema penggajian.

“Kami juga masih menunjukkan status teknis mereka di kemudian hari, apakah menunggu menjadi pegawai koperasi, tetap di induk OPD, atau di bawah naungan dinas terkait,” Tulus.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih di Kudus, terutama dalam aspek manajemen, keuangan, dan distribusi logistik.

Dengan dukungan SDM yang memadai, koperasi desa diharapkan mampu berkembang lebih profesional dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kisah nyata Film Horor “Santet Segoro Pitu” ternyata berasal dari Keluarga asal Semarang

infojatengupdate.com, Semarang – Sebagian masyarakat Indonesia masih mempercayai dunia perdukunan. Bagi mereka,…