Infojatengupdate.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengimbau seluruh kepala daerah dan aparatur sipil negara (ASN) untuk mulai menghemat energi, salah satunya dengan menggunakan sepeda, angkutan umum, hingga berjalan kaki saat berangkat dan pulang kerja.
Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat dinamika global, khususnya konflik di Timur Tengah.
ASN Didorong Mengubah Pola Mobilitas
Luthfi menegaskan bahwa menunda masih menunggu edaran resmi dari pemerintah pusat terkait kebijakan efisiensi energi. Namun, Pemprov Jateng mengaku sudah siap mengambil langkah lebih awal.
“Kami masih menunggu edaran resmi pemerintah soal efisiensi. Tapi intinya, Pemprov Jateng sudah siap ambil langkah,” ujar Luthfi di Semarang, Senin (30/3/2026).
Sebagai bagian dari upaya tersebut, ASN didorong untuk mulai mengurangi penggunaan kendaraan pribadi berbahan bakar minyak.
“Hari tertentu nanti, ASN bisa naik sepeda dengan seluruh bupati/wali kota. Terus bisa pakai kendaraan umum. Kalau perlu, lari pulang-pergi (kantor),” imbuhnya.
Selain perubahan perilaku ASN, Pemprov Jateng juga menyiapkan langkah strategi lain, termasuk memaksimalkan sekitar 2.500 desa mandiri energi di wilayahnya.
Program ini akan diperkuat melalui pemanfaatan energi alternatif seperti gas alam yang dikelola oleh BUMD, yakni Jateng Agro Berdikari (JATAB).
“(JATAB) pakai gas alam, sudah dipakai di beberapa tempat,” jelas Luthfi.
WFA Jadi Opsi Penghematan
Selain itu, Pemprov Jateng juga mempertimbangkan penerapan Work from Anywhere (WFA) sebagai bagian dari strategi efisiensi energi.
Namun, kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian dan belum diputuskan secara resmi.
Luthfi menambahkan bahwa komitmen penghematan energi nantinya akan diterapkan secara menyeluruh, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada target pasti terkait jumlah penghematan energi yang ingin dicapai.
Langkah Pemprov Jateng ini menunjukkan respon cepat pemerintah daerah dalam menghadapi potensi krisis energi global. Dengan mendorong perubahan gaya hidup ASN hingga mempertimbangkan WFA, efisiensi energi yang diharapkan dapat tercapai tanpa mengganggu produktivitas kerja.
Jika kebijakan ini berjalan efektif, bukan tidak mungkin akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan serupa.





