SEMARANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berhasil meraih Penghargaan Penerapan Manajemen Talenta dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas langkah strategis Pemkot Semarang dalam membangun birokrasi yang profesional dan berkelanjutan.
Penghargaan diserahkan dalam acara Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan dan Penerapan Manajemen Talenta yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala BKN Zudan Arif Fakhrulloh bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kepada Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

Capaian tersebut meneguhkan posisi Pemkot Semarang sebagai salah satu daerah yang serius menerapkan manajemen talenta dalam tata kelola aparatur sipil negara (ASN). Selain itu, keikutsertaan dalam komitmen bersama ini menunjukkan arah pembangunan birokrasi yang lebih modern.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, komitmen penerapan manajemen talenta menjadi penanda penting perubahan pengelolaan aparatur. Oleh karena itu, pengelolaan ASN tidak lagi semata berbasis administrasi, melainkan berorientasi pada kualitas dan integritas.
“Komitmen ini menjadi penanda penting bahwa pengelolaan aparatur tidak lagi semata berbasis administrasi, tetapi berorientasi pada kualitas, integritas, dan keberlanjutan kepemimpinan,” katanya.
Menurut Agustina, masa depan Kota Semarang tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Untuk itu, manajemen talenta menjadi ikhtiar strategis agar setiap aparatur ditempatkan sesuai kompetensi, kinerja, dan potensi terbaiknya.
“Kota yang besar membutuhkan birokrasi yang unggul. Manajemen talenta adalah cara kita menata manusia di balik sistem, agar setiap keputusan lahir dari kapasitas, bukan sekadar posisi,” ujarnya.
Terkait penghargaan yang diterima dari BKN, Agustina menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar capaian tersebut menjadi pemicu untuk bekerja lebih baik. Namun demikian, ia menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir.
“Penghargaan ini kami terima dengan penuh rasa syukur, sekaligus sebagai pengingat bahwa masih banyak yang harus kita tingkatkan,” katanya.
Lebih lanjut, Agustina berharap tata kelola sumber daya manusia di lingkungan Pemkot Semarang ke depan semakin kuat dan berkeadilan. Dengan demikian, pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat dapat semakin berkualitas.
“Harapan kami, ke depan tata kelola SDM di Pemkot Semarang semakin kuat, semakin adil, dan benar-benar menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas,” ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa penerapan manajemen talenta menjadi bagian penting dari transformasi birokrasi menuju sistem yang lebih objektif dan transparan. Melalui pendekatan ini, pengembangan karier ASN tidak lagi dilakukan secara konvensional.
Sebaliknya, proses tersebut berbasis pemetaan kompetensi, rekam kinerja, serta kesiapan kepemimpinan. Dengan cara itu, setiap aparatur diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap aparatur berada di tempat yang tepat, mengerjakan tugas yang tepat, dan memberi dampak yang nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Baca Juga : PSIS Semarang Kolaborasi dengan Cordova Edupartment, Targetkan Bangkit di Liga 2








