Infojatengupdate.com – Siapa Pengganti Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei?, setelah dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel, sehingga memicu spekulasi tentang siapa yang akan menggantikannya di posisi paling berpengaruh di Iran.
Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, mengatakan mekanisme pengganti Khamenei sangat dipengaruhi oleh konstitusi dan struktur politik Iran. Menurutnya, meskipun banyak kabar tentang putra Khamenei sebagai calon, sistem hukum di Teheran menetapkan bahwa kekuasaan sementara akan dipegang oleh pejabat negara jika tidak ada pemimpin tertinggi yang definitif.
“Saat ini saya dengar penggantinya adalah putra Ali Khamenei. Namun kalau menurut konstitusi Iran, bila tidak ada Ayatollah, yang pegang kekuasaan adalah Presiden, Ketua MA dan seorang wakil dari kalangan Mullah,” kata Hikmahanto kepada wartawan, Senin (2/3/2026).
Hikmahanto menilai karakter pemimpin baru akan sangat menentukan arah konflik yang kini berkecamuk antara Teheran dengan Washington dan sekutunya. Jika pengganti Khamenei memilih pendekatan konfrontatif, perang berpotensi berkepanjangan. Namun, jika sosok itu lebih pragmatis dan menempatkan keselamatan rakyat sebagai prioritas, kemungkinan terjadi de-eskalasi masih terbuka.
Selain kemungkinan figur dari dalam rezim, pengamat tersebut juga menyebut bahwa tokoh dari luar lingkaran kekuasaan tradisional bisa muncul dalam transisi. Nama seperti anak dari Syah terakhir Iran, Reza Pahlavi, sempat disebut sebagai alternatif, meskipun dukungan langsungnya belum jelas.
Hikmahanto menjelaskan pula tiga syarat yang diperkirakan akan menjadi kriteria tokoh pengganti Khamenei yang diharapkan oleh AS dan Israel. “Tokoh itu harus mau bekerja sama dengan AS dan Israel, membuka kembali hubungan diplomatik dengan Israel, serta tidak lagi mendukung kelompok proxy seperti Hamas dan Houthis,” ujarnya.
Kabar tentang kematian Khamenei telah dikonfirmasi oleh beberapa sumber dan memicu respons global yang luas. Selain Khamenei, sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk komandan militer dan anggota keluarga dekat, dilaporkan juga tewas dalam serangan tersebut, yang semakin memperumit dinamika politik di negara itu.
Kematian Khamenei merupakan titik kritis dalam konflik Iran–AS–Israel yang kini memasuki fase paling tegang. Reaksi internasional beragam; ada kekhawatiran eskalasi perang, sambil ada pula seruan untuk penurunan ketegangan demi stabilitas regional.
Proses suksesi resmi di Iran kemungkinan akan melibatkan Majelis Pakar, badan yang bertanggung jawab memilih Pemimpin Tertinggi menurut konstitusi negara itu. Namun, situasi perang telah menciptakan ketidakpastian tinggi mengenai jadwal dan siapa kandidat paling kuat dalam kompetisi politik yang sedang berlangsung di Teheran.








