Infojatengupdate.com – Iran Klaim Bakar Tanker AS di Teluk, Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan serangan rudal terhadap sebuah kapal tanker minyak berbendera Amerika Serikat di perairan Teluk, Kamis (5/3/2026). Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Teheran, IRGC menyebut kapal tersebut “terkena rudal di sebelah utara Teluk Persia” dan saat ini dalam kondisi terbakar.
Klaim tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen. Hingga laporan ini diturunkan, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan serangan tersebut.
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan gelombang serangan terkoordinasi terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Teheran membalas dengan serangan rudal dan drone yang menyasar target-target Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
IRGC juga mengumumkan bahwa mereka kini memiliki “kendali penuh” atas Selat Hormuz—jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia dan menjadi salah satu rute distribusi minyak terpenting dunia. Pihaknya memperingatkan bahwa setiap kapal yang melintasi jalur tersebut berisiko terkena rudal atau drone.
Sebelumnya, IRGC juga mengklaim telah menyerang kapal militer AS di Samudra Hindia menggunakan rudal jarak jauh, termasuk jenis Ghadr-380 dan Talaeieh. Serangan itu disebut sebagai “serangan dahsyat” karena menargetkan kapal yang berada lebih dari 600 kilometer dari pantai selatan Iran. Menurut klaim mereka, serangan tersebut memicu kebakaran besar dan kepulan asap di atas lautan.
Situasi ini memperlihatkan konflik yang semakin terbuka antara Teheran dan Washington, sekaligus menimbulkan kekhawatiran global terhadap stabilitas kawasan dan keamanan jalur energi dunia. Dengan belum adanya konfirmasi resmi dari pihak AS, dunia kini menanti perkembangan lanjutan dari eskalasi yang berpotensi meluas tersebut.








