Infojatengupdate.com – Luthfi Ungkap Kronologi pertemuan dengan Fadia, ia angkat bicara terkait pernyataan Fadia Arafiq yang menyebut dirinya sedang bersama Gubernur Jawa Tengah saat operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Luthfi menegaskan, pertemuan tersebut murni membahas progres program Makan Bergizi Gratis (MBG), bukan terkait penindakan hukum.
“Saya malah baru tahunya pas Selasa pagi dari media,” ujar Luthfi di Semarang, Rabu (4/3/2026).
Ia membenarkan bahwa pada Senin malam (3/3/2026), Fadia datang ke kediamannya. Namun, pertemuan itu tidak berlangsung secara tertutup atau hanya berdua. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Tegal dan Wakil Bupati Purbalingga.
Menurut Luthfi, agenda utama pertemuan adalah laporan progres pelaksanaan program MBG di masing-masing daerah, sebagai persiapan Rapat Koordinasi (Rakor) MBG yang digelar di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Selasa siang.
Rakor tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan dihadiri sejumlah pejabat kementerian, termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Kepala Badan Gizi Nasional.
“Setelah itu Bu Fadia menyampaikan izin tidak bisa ikut rakor pada hari Selasa bersama Pak Menteri. Setelah selesai, masing-masing pulang,” jelasnya.
Luthfi juga mengaku terkejut ketika namanya disebut dalam pernyataan Fadia terkait OTT tersebut. Ia menegaskan tidak mengetahui adanya proses penindakan KPK pada malam itu dan baru mendapatkan informasi dari pemberitaan media keesokan harinya.
Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi seluruh kepala daerah. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjalin kerja sama dengan KPK, termasuk melalui program koordinasi dan supervisi pencegahan (Korsupgah), guna memperkuat integritas dan mencegah tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan daerah.
“Ikan busuk itu berawal dari kepalanya. Kepala daerah harus menjadi suri teladan,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan agar para pejabat publik tidak bergaya hidup hedon maupun memamerkan kekayaan. Integritas, kata dia, merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.








