Infojatengupdate.com Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai Program Balik Rantau Gratis 2026 menjadi solusi nyata untuk meringankan beban para pekerja perantau sekaligus menjaga kelancaran arus balik Lebaran agar tetap aman dan tertib.

“Program ini merupakan bentuk kehadiran negara, tidak hanya saat mudik tetapi juga saat balik, dengan tujuan meringankan beban masyarakat,” ujar Luthfi saat melepas armada secara hybrid di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Sabtu.

Program ini menyasar kalangan pekerja sektor informal, seperti pedagang, buruh pabrik, hingga pengemudi ojek berani. Mereka difasilitasi agar dapat kembali ke kota perantauan tanpa harus memikirkan biaya transportasi yang kerap diduduki.

Tak hanya membantu individu, program ini juga memberi dampak ekonomi bagi daerah. Para perantau yang pulang kampung membawa hasil kerja mereka untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama Lebaran.

“Di satu sisi meringankan beban masyarakat, di sisi lain mendorong perputaran ekonomi di Jawa Tengah,” jelasnya.

Tekan Kemacetan dan Risiko Kecelakaan

Selain aspek ekonomi, program balik gratis ini juga berperan penting dalam mengurai kepadatan lalu lintas saat arus balik. Dengan perjalanan yang terkoordinasi, pergerakan kendaraan menjadi lebih terpantau dan terkendali.

Pengaturan secara kolektif ini dinilai mampu meminimalkan potensi kemacetan dan kecelakaan, khususnya di titik-titik rawan yang sering terjadi pada kendaraan.

“Arus lalu lintas jadi lebih menerangi dan terawasi, sehingga risiko kemacetan dan kecelakaan bisa ditekan,” tambah Luthfi.

Ia juga berpesan kepada para perantau agar tetap menjaga nama baik Jawa Tengah saat kembali ke tempat kerja, dengan menjunjung nilai sopan santun, kerja keras, dan toleransi.

“Jaga marwah Jawa Tengah sebagai pekerja yang disiplin dan beretika. Ingat keluarga di kampung halaman selalu menunggu,” pesannya.

Antusiasme Tinggi di Banyumas

Sementara itu, pelaksanaan di daerah juga menunjukkan respon yang positif. Di Terminal Bulupitu, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, ratusan pemudik diberangkatkan menuju berbagai kota tujuan.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyebutkan total 21 bus diberangkatkan dengan jumlah penumpang mencapai 1.047 orang. Tidak hanya dari Banyumas, peserta juga berasal dari wilayah aglomerasi seperti Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, hingga Cilacap.

“Program ini sangat membantu masyarakat, terutama dari biaya dan kenyamanan perjalanan,” ujarnya.

Khusus dari Banyumas, tersedia enam bus yang terdiri dari dua unit milik pemerintah daerah dan empat unit dari dukungan CSR, yakni PDAM, Bank Jateng, dan Baznas.

Sadewo menambahkan, program ini turut berkontribusi dalam mengurangi kepadatan lalu lintas karena perjalanan dilakukan secara bersama dan diselenggarakan.

“Kalau masyarakat difasilitasi bus gratis, otomatis jumlah kendaraan pribadi di jalan berkurang. Ini membuat perjalanan lebih aman dan lancar,” jelasnya.

Tujuan Jakarta dan Bandung

Kepala Polresta Banyumas, Kombes Pol Petrus P Silalahi, menyampaikan bahwa sebagian besar bus diberangkatkan menuju Jakarta, sementara dua bus lainnya menuju Bandung.

Pihak kepolisian juga memastikan pengamanan dan pengaturan lalu lintas berjalan optimal selama proses pengangkutan hingga perjalanan berlangsung.

“Kami memastikan arus lalu lintas lancar dan para pemudik merasa aman serta nyaman selama perjalanan,” tegasnya.

Pilihan Moda Transportasi Beragam

Selain bus, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyediakan fasilitas balik gratis melalui moda kereta api. Hal ini memberikan alternatif pilihan transportasi bagi masyarakat sesuai kebutuhan.

Ke depan, kemungkinan penambahan kuota akan dikaji lebih lanjut dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah serta tingginya minat masyarakat.

Program Balik Rantau Gratis 2026 pun menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pihak dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya pada momentum arus balik Lebaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kisah nyata Film Horor “Santet Segoro Pitu” ternyata berasal dari Keluarga asal Semarang

infojatengupdate.com, Semarang – Sebagian masyarakat Indonesia masih mempercayai dunia perdukunan. Bagi mereka,…