Semarang – Tim PPK Ormawa BEM FK UNNES kembali melaksanakan Pelatihan Kader Medicare II sebagai bagian dari subprogram Glycos-Check pada Senin (3/8/2026) di Balai Kelurahan Sumurrejo, Kota Semarang. Kegiatan ini menjadi tahapan lanjutan dalam penguatan kapasitas kader untuk mendukung pelaksanaan Pojok Skrining Diabetes secara mandiri dan berkelanjutan di masyarakat.
Pelatihan diikuti oleh Tim PPK Ormawa, tim volunteer, kader, serta berbagai pihak yang terlibat dalam upaya kesehatan masyarakat di Kelurahan Sumurrejo, di antaranya Lurah, PKK, Forum Kesehatan Kelurahan (FKK), Posyandu, serta mitra eksternal dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan skrining Diabetes Melitus berbasis masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari Ketua PPK Ormawa, Ketua FKK, dan perwakilan Kelurahan Sumurrejo. Kegiatan tersebut menjadi pembuka rangkaian Pelatihan Kader Medicare II sekaligus menegaskan keberlanjutan program Glycos-Check dalam mendukung peran kader di masyarakat.
Memasuki sesi utama, Tim PPK Ormawa BEM FK UNNES memberikan pelatihan mengenai penggunaan aplikasi MEDIKU sebagai media pencatatan hasil skrining Diabetes Melitus berbasis digital. Kader tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai fungsi aplikasi, tetapi juga mempraktikkan secara langsung berbagai fitur yang tersedia.
Dalam pelatihan tersebut, kader mempelajari cara menginput data hasil skrining, mengelola jadwal pelaksanaan Pojok Skrining Diabetes, memanfaatkan fitur publikasi artikel sebagai media edukasi masyarakat, serta melihat dan memantau data hasil skrining masyarakat.
Kader juga diberikan pemahaman mengenai cara menyimpan dan mengunduh rekapitulasi hasil skrining dalam bentuk dokumen.
Setelah sesi praktik penggunaan aplikasi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai mekanisme operasional MEDIKU serta berbagai kendala yang berpotensi ditemui kader ketika melaksanakan skrining di lapangan. Sesi ini menjadi ruang bagi kader untuk menyampaikan pertanyaan dan mendiskusikan solusi terhadap permasalahan yang mungkin muncul dalam pelaksanaan kegiatan.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Ibu Herlina Wijayanti, S.K.M. dari Dinas Kesehatan Kota Semarang mengenai penguatan skrining Diabetes Melitus berbasis masyarakat.
Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa tren kasus Diabetes Melitus di Kota Semarang terus mengalami peningkatan sehingga diperlukan peran aktif kader dalam mendukung pelaksanaan skrining dan deteksi dini di masyarakat.
Dinas Kesehatan Kota Semarang juga menyambut baik pemanfaatan aplikasi MEDIKU sebagai media pencatatan dan rekapitulasi hasil skrining. Meskipun demikian, tindak lanjut terhadap hasil skrining maupun proses rujukan peserta tetap perlu mengacu pada Puskesmas sebagai Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan hasil skrining dapat ditindaklanjuti melalui pelayanan kesehatan yang sesuai.
Antusiasme kader terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab. Kader aktif membahas pelaksanaan skrining Diabetes Melitus di masyarakat, penggunaan aplikasi MEDIKU, serta peran kader dalam mendukung program pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM), termasuk tatalaksana diabetes.
Melalui Pelatihan Kader Medicare II, kader diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital dengan aplikasi MEDIKU untuk mendukung pencatatan dan pemantauan hasil skrining serta melakukan deteksi dini Diabetes Melitus di masyarakat. Kader Medicare selanjutnya akan berperan sebagai pengelola Pojok Skrining Diabetes di Kelurahan Sumurrejo, sehingga penguatan kapasitas kader diharapkan dapat mendukung keberlangsungan layanan skrining secara mandiri dan berkelanjutan.
Salah satu peserta, Ibu Anis Insaniwati dan Ibu Yuni Widyastuti, menyampaikan bahwa Pelatihan Kader Medicare II memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan bagi para kader, khususnya melalui pengenalan aplikasi MEDIKU serta materi kesehatan yang disampaikan oleh narasumber dari DKK. Selain mempelajari penggunaan aplikasi MEDIKU, kader juga mendapatkan pengetahuan mengenai hipertensi, Diabetes Melitus, dan berbagai penyakit lainnya yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.
“Melalui Pelatihan Kader Medicare II ini, kami mendapatkan ilmu baru, terutama mengenai penggunaan aplikasi MEDIKU serta pengetahuan tentang hipertensi, Diabetes Melitus, dan penyakit lainnya. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi para kader dan juga dapat diteruskan kepada masyarakat. Semoga seluruh kader Posyandu dapat menggunakan dan melakukan input data melalui aplikasi MEDIKU sehingga pencatatan hasil skrining dapat dilakukan dengan lebih mudah dan terarah,” ungkap Ibu Anis Insaniwati dan Ibu Yuni Widyastuti.







