Semarang – Melalui Sekolah Lansia Ki Hajar Dewantoro Kelurahan Sumurrejo, kegiatan Pojok Skrining Lansia dan Gemar Sehat Lansia Hebat dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan pemantauan kesehatan kelompok lanjut usia. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (15/7/2026) di Balai Kelurahan Sumurrejo, Kota Semarang ini menjadi bagian dari subprogram Glycos-Check. Kegiatan diikuti oleh 47 lansia yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan sekaligus edukasi sebagai langkah awal dalam meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap kesehatan di usia lanjut.
Kegiatan melibatkan Tim PPK Ormawa BEM FK UNNES, tim volunteer, pengelola Sekolah Lansia, Kepala Sekolah Lansia, serta para peserta Sekolah Lansia Kelurahan Sumurrejo dan didukung oleh Kepala Kelurahan Sumurrejo. Sinergi yang terjalin antara sivitas akademika dan masyarakat mencerminkan semangat kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Setiap peserta menjalani pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah, serta lingkar tubuh yang meliputi lingkar perut, lingkar pinggang, dan lingkar panggul. Selain itu, dilakukan pemeriksaan kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol. Pemeriksaan tersebut bertujuan memberikan gambaran kondisi kesehatan lansia sekaligus menjadi sarana skrining dini terhadap faktor risiko penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus. Seluruh hasil pemeriksaan kemudian didokumentasikan dan diinput ke dalam aplikasi MEDIKU sebagai basis data pemantauan kesehatan peserta secara berkelanjutan.
Memasuki sesi Gemar Sehat Lansia, kegiatan dibuka dengan menyanyikan mars lansia, sambutan, serta penyampaian pesan spiritual oleh pengelola Sekolah Lansia. Selanjutnya, peserta mendapatkan edukasi mengenai diabetes dasar sebagai materi awal pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum diabetes untuk lansia. Materi diberikan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, meliputi pengertian diabetes, tanda dan gejala, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan diabetes yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian materi juga dilengkapi dengan contoh kebiasaan sehat yang dapat langsung dipraktikkan oleh peserta.

Antusiasme peserta semakin terlihat pada sesi diskusi dan tanya jawab. Para lansia secara aktif menyampaikan berbagai pertanyaan seputar hasil pemeriksaan kesehatan, pola makan yang tepat, aktivitas fisik yang dianjurkan, serta cara mencegah diabetes sejak dini. Interaksi yang terjalin berlangsung komunikatif dan menjadi wadah berbagi informasi sekaligus memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko penyakit. “Harapannya pemeriksaan kesehatan dapat terus berlanjut untuk bulan-bulan selanjutnya, jadi kita bisa memantau kesehatan kita semuanya. Kita sebagai orang awam tidak tahu banyak tentang kesehatan. Kalau tidak ada dari Mas-Mbak PPK Ormawa BEM FK UNNES, mungkin kita tidak tahu mengenai kondisi kesehatan kita,” ungkap Ibu Erna Hartini, salah satu peserta Gemar Sehat Lansia.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan Gemar Sehat Lansia tidak hanya memberikan manfaat melalui layanan skrining kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan kesehatan secara berkelanjutan. Sejalan dengan tujuan Glycos-Check, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan diabetes berbasis pemberdayaan masyarakat serta mewujudkan lansia yang lebih sehat, aktif, dan produktif di Kelurahan Sumurrejo.







