Infojatengupdate.com – Pemerintah Kota Semarang memberikan perhatian serius terhadap penanganan keselamatan jalan di kawasan Silayur, Kecamatan Ngaliyan, yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempertegas aturan operasional kendaraan berat yang melintas di jalur tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan karakteristik jalan dengan kelandaian curam mencapai 13,2 persen menjadi faktor utama tingginya risiko kecelakaan, khususnya bagi kendaraan bertonase besar.
Menurut dia, kondisi geografis tersebut kerap memicu kegagalan sistem pengereman truk sehingga membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Kawasan Silayur memang memiliki ciri tanjakan dan turunan ekstrem yang sangat panjang. Data menunjukkan rata-rata belasan hingga puluhan korban selalu ada setiap tahunnya,” kata Danang di Semarang, Sabtu.
Kecelakaan Maut Terjadi Hampir Setiap Tahun
Berdasarkan data kepolisian sejak tahun 2020 hingga awal tahun 2026, angka kecelakaan di jalur Silayur tercatat konsisten terjadi setiap tahun. Kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat dengan penyebab utama rem blong yang berakhirnya kecelakaan maut dan korban jiwa.
Meningkatnya volume kendaraan akibat pertumbuhan kawasan industri di wilayah Semarang Barat juga disebut menambah beban lalu lintas di jalur tersebut.
Pemkot Lakukan Rekayasa Teknis Jalan
Untuk menekan angka kecelakaan, Pemkot Semarang telah melakukan sejumlah intervensi fisik dan rekayasa lalu lintas di kawasan Silayur.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
- Penebalan marka jalan
- Pemasangan pita kejut untuk mengontrol kecepatan
- Penambahan rambu pendahuluan petunjuk arah (RPPJ)
- Pemasangan portal pembatas kendaraan berat
- Penutupan sejumlah titik putar balik (U-turn).
“Maka dari itu kami terus melakukan upaya rekayasa teknis agar angka ini bisa ditekan secara signifikan,” ujarnya.
Pengawasan Truk Diperketat
Danang menetapkan pengawasan terhadap jam operasional kendaraan berat kini diperketat dengan penempatan petugas di sejumlah titik krusial.
Pemkot Semarang juga terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk memperkuat pengawasan lalu lintas dan evaluasi sistem keselamatan di jalur utama logistik tersebut.
Ia memastikan kendaraan yang melanggar aturan tonase maupun jam operasional akan dikenai tindakan tegas.
Selain itu, pengusaha logistik diminta memastikan armada dalam kondisi jalan yang baik dan tidak membawa muatan berlebih demi keselamatan pengguna jalan.
“Kami tidak akan lelah melakukan pembenahan meskipun tantangan topografinya sangat sulit. Kesadaran pengemudi truk untuk mematuhi aturan muatan adalah kunci utama agar peristiwa memilukan di Silayur tidak terus terulang setiap tahunnya,” kata Danang.








