MIJEN, SEMARANG — Potensi kebakaran pada kawasan permukiman dan lahan terbuka mendorong mahasiswa KKN-T IDBU 52 Universitas Diponegoro (Undip) mengembangkan Plang Peta Potensi Kebakaran RW 07, Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah. Program ini menjadi upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kondisi spasial wilayah yang memiliki indikasi potensi kebakaran serta memperkuat kesiapsiagaan dalam menjaga lingkungan.
Program bertajuk “Plang Peta Potensi Kebakaran RW 07 sebagai Media Informasi dan Mitigasi Berbasis Spasial” dikembangkan dengan memanfaatkan data Normalized Burn Ratio (NBR) dan hotspot di wilayah RW 07. Data tersebut digunakan sebagai dasar untuk memberikan gambaran mengenai lokasi yang memiliki riwayat maupun indikasi potensi terjadinya kebakaran.
Peta disusun melalui pengolahan dan pemetaan data DBR serta hotspot untuk menggambarkan persebaran lokasi yang perlu mendapat perhatian terhadap potensi kebakaran. Hasil analisis kemudian disajikan dalam bentuk plang yang mudah dibaca dan ditempatkan pada lokasi strategis di wilayah RW 07 sebagai media informasi, edukasi, dan imbauan bagi masyarakat.

Keberadaan plang diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali wilayah yang perlu diwaspadai serta meningkatkan kesadaran terhadap risiko kebakaran. Informasi berbasis spasial tersebut juga dapat menjadi pendukung dalam menentukan langkah pencegahan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran.
Selain peta potensi kebakaran, plang dilengkapi dengan regulasi dan pasal terkait larangan serta sanksi pembakaran sampah. Informasi tersebut diberikan sebagai bentuk edukasi kepada warga agar menghindari aktivitas pembakaran sampah yang dapat menjadi salah satu pemicu kebakaran, terutama pada kondisi lingkungan yang kering.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-T IDBU 52 berkoordinasi dengan pihak RW 07 terkait penempatan dan pemanfaatan plang. Setelah produk selesai dikembangkan, Plang Peta Potensi Kebakaran RW 07 diserahkan kepada Ketua RW 07, Siyamto, untuk dimanfaatkan sebagai media informasi dan edukasi bagi masyarakat.
Ketua RW 07, Siyamto, mengapresiasi pembuatan Plang Peta Potensi Kebakaran yang dilakukan oleh mahasiswa KKN-T IDBU 52. Menurutnya, keberadaan peta tersebut dapat membantu warga mengetahui wilayah yang memiliki potensi kebakaran sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
“Dengan adanya plang ini, warga jadi lebih tahu daerah mana saja yang perlu diwaspadai. Apalagi di wilayah kita ada lahan dan area yang cukup banyak, jadi informasi seperti ini penting supaya warga lebih berhati-hati dan tidak melakukan kegiatan yang bisa memicu kebakaran,” ujar Siyamto.
Ia juga berharap plang tersebut tidak hanya menjadi papan informasi, tetapi dapat terus dimanfaatkan sebagai pengingat bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan.
“Harapannya warga bisa ikut menjaga dan tidak melakukan pembakaran sembarangan. Kalau masyarakat sudah tahu risikonya dan lebih peduli terhadap lingkungan, mudah-mudahan kejadian kebakaran bisa kita cegah bersama,” tambahnya.
Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, melalui peningkatan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana serta perubahan kondisi lingkungan. Program ini juga mendukung SDGs 15 tentang Ekosistem Daratan, melalui upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap perlindungan lahan dan vegetasi dari ancaman kebakaran yang dapat menyebabkan kerusakan ekosistem daratan.
Melalui Plang Peta Potensi Kebakaran RW 07, mahasiswa KKN-T IDBU 52 berharap informasi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Keberadaan media informasi berbasis spasial ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran warga dalam mencegah kebakaran, menjaga lingkungan, serta membangun RW 07 yang lebih tangguh terhadap risiko bencana dan kerusakan ekosistem.
Penulis : Siti Azizah Indah M
Editor : Muhammad Alfarisi








