Tim II KKN Reguler Universitas Diponegoro (UNDIP) Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten melaksanakan Program Kerja Multidisiplin 2 bertajuk Aksi Pangan Lokal (APAL) : Cegah Stunting dalam Mewujudkan Kecamatan Berdaya pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan ini digerakkan oleh 10 mahasiswa UNDIP dari berbagai jurusan yang saling berkolaborasi untuk mengedukasi masyarakat dalam upaya pencegahan stunting. Sasaran utama kegiatan ini berfokus pada remaja putri sebagai calon ibu dan para ibu hamil di wilayah Desa Karanglo.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan pelatihan serta demonstrasi pengolahan makanan bergizi berbahan dasar lokal, yakni pembuatan dimsum ikan nila dan nugget ikan nila yang dikombinasikan dengan penggunaan telur bebek. Pemilihan komoditas ikan nila dan telur bebek difokuskan untuk memberikan opsi makanan kaya protein hewani yang mudah didapat serta terjangkau bagi pemenuhan gizi harian warga. Langkah ini diambil karena ikan nila dan telur bebek merupakan potensi utama Desa Karanglo, sehingga tim berusaha mengoptimalkan pemanfaatan bahan pangan lokal tersebut agar memberikan nilai tambah bagi kesehatan masyarakat.
Selain pelatihan pengolahan makanan, kegiatan ini juga menyajikan edukasi tata kelola pemerintahan mengenai penyaluran pelayanan kesehatan publik. Zefanya Widiayu Puspa Wardani, salah satu anggota tim dari Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNDIP, menyusun serta memaparkan diagram alur penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Diagram alur tersebut menjelaskan secara runtut tahapan distribusi PMT mulai dari tingkat pemerintah Provinsi, Kabupaten atau Kota, Kecamatan, Desa atau Kelurahan, hingga diterima oleh kelompok masyarakat sasaran.
Pembuatan diagram alur penyaluran PMT ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat, khususnya remaja putri dan ibu hamil, mengenai hak-hak serta mekanisme distribusi bantuan gizi dari pemerintah. Dengan mengetahui alur penyaluran dari tingkat perencanaan anggaran hingga tahap penerimaan di desa, masyarakat diharapkan dapat bersikap lebih proaktif sehingga penyaluran bantuan gizi dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Program kerja yang diusung oleh Zefanya dan tim mahasiswa KKN UNDIP ini selaras dengan pencapaian dua indikator utama dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, program ini mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) melalui upaya eliminasi malnutrisi dan pencegahan stunting berbasis pemanfaatan potensi pangan lokal. Kedua, program ini secara langsung berkontribusi pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil, remaja putri, dan calon bayi sejak masa kehamilan.
Melalui keberlangsungan program APAL ini, Tim II KKN UNDIP berharap masyarakat Desa Karanglo tidak hanya terampil dalam mengolah potensi pangan lokal menjadi sajian bergizi tinggi, tetapi juga memahami mekanisme penyaluran bantuan gizi pemerintah secara jelas. Sinergi antara pemenuhan gizi mandiri berbasis potensi desa dan kejelasan penyaluran PMT diharapkan mampu mewujudkan Desa Karanglo dan Kecamatan Polanharjo yang berdaya serta bebas dari stunting.








