PANDAK — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan Program Multidisiplin 2 bertajuk “Biopangan (Biopori untuk Ketahanan Pangan di Desa Pandak)” sebagai upaya mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dengan penguatan ketahanan pangan masyarakat.

Program tersebut dilaksanakan melalui edukasi, sosialisasi, dan praktik pemanfaatan biopori dengan melibatkan masyarakat Desa Pandak. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan pengelolaan sampah organik rumah tangga dan sisa hasil pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Program Biopangan dilatarbelakangi oleh masih belum optimalnya pengelolaan sampah organik di lingkungan masyarakat. Sampah berupa sisa dapur maupun limbah organik pertanian selama ini berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

Melalui teknologi sederhana berupa biopori, sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos sekaligus membantu meningkatkan daya resap air ke dalam tanah. Proses tersebut diharapkan dapat mendukung kesuburan tanah dan memberikan manfaat bagi produktivitas pertanian masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-R memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai konsep biopori, pemanfaatan sampah organik, serta tata cara pembuatan dan penggunaannya. Masyarakat juga diperkenalkan dengan penggunaan alat pelubang biopori sederhana agar teknologi tersebut dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah maupun lahan pertanian.

Antusiasme masyarakat terlihat selama rangkaian sosialisasi dan praktik berlangsung. Meski demikian, sebagian warga belum dapat mengikuti kegiatan secara langsung karena masih menjalankan aktivitas sebagai petani.

Selain aspek lingkungan dan pertanian, program ini turut menyoroti pentingnya kesehatan lingkungan. Pengelolaan sampah organik melalui biopori dinilai dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi potensi munculnya vektor penyakit, seperti nyamuk dan lalat.

Melalui edukasi tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar persoalan kebersihan, melainkan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung kualitas hidup masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan biopori sebagai salah satu metode pengelolaan sampah organik. Namun, sebagian peserta masih belum terbiasa menerapkan metode tersebut secara mandiri sehingga diperlukan pendampingan dan praktik lanjutan.

Mahasiswa KKN-R Tim II Undip berharap Program Biopangan dapat mendorong masyarakat Desa Pandak untuk memandang sampah organik sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai manfaat. Pemanfaatan biopori diharapkan tidak hanya menjadi solusi sederhana dalam mengurangi sampah, tetapi juga berkontribusi terhadap kesuburan tanah, kesehatan lingkungan, dan penguatan ketahanan pangan desa.

Dengan penerapan yang konsisten dan berkelanjutan, biopori diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana yang mampu menghubungkan pengelolaan lingkungan, kesehatan masyarakat, dan produktivitas pangan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Pandak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Cara Cek Hasil Kelulusan SNBP 2025 yang Diumumkan Hari Ini

infojatengupdate.com – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) akan mengumumkan hasil…

KPU Akui Tingkat Partisipasi Pilkada 2024 Tak Setinggi Pilpres dan Pileg

Pada tahun 2024, Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam hal partisipasi pemilih di…

Sritex PHK 8.400 Karyawan, Pemerintah Pastikan Hak Buruh Terjamin

infojatengupdate.com – Kurator Pengadilan Niaga telah memutuskan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap…

Tukar Uang Baru 2025 di PINTAR BI, Cek Cara dan Jadwal Lengkapnya

infojatengupdate.com – Situs resmi Bank Indonesia, PINTAR BI, kini telah dibuka untuk…