Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) yang diinisiasi oleh Elsa Agusti Nurhasanah menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Keamanan Transaksi Digital sebagai Upaya Pencegahan Penipuan di Sektor UMKM” bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Pandak, Kabupaten Sragen, Jumat (25/7/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Tim KKN II Undip Desa Pandak yang menyasar isu pertumbuhan ekonomi inklusif, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Kegiatan yang berlangsung di balai desa tersebut disambut antusias oleh para pelaku UMKM setempat. Puluhan pelaku UMKM hadir sejak awal acara, mulai dari pedagang kelontong, penjual makanan olahan, hingga pengrajin yang selama ini telah memanfaatkan aplikasi pembayaran digital seperti QRIS, e-wallet, dan mobile banking dalam menjalankan usahanya. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi pemaparan materi maupun saat sesi tanya jawab berlangsung.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semakin masifnya penggunaan transaksi nontunai di kalangan pelaku UMKM yang di satu sisi mempermudah aktivitas jual beli, namun di sisi lain membuka celah bagi berbagai modus penipuan digital seperti tautan phising, QRIS palsu, hingga penyalahgunaan data pribadi. Kondisi ini mendorong Tim KKN II Undip untuk menginisiasi program edukasi agar transaksi digital yang dilakukan pelaku UMKM tetap aman dan usaha mereka dapat terus berkembang.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memaparkan sejumlah materi, di antaranya:

  1. Mengenali ciri-ciri penipuan digital yang kerap menyasar pelaku usaha, seperti modus tautan mencurigakan dan permintaan kode OTP.
  2. Cara memverifikasi keaslian QRIS dan rekening tujuan sebelum menerima pembayaran.
  3. Pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi dan kata sandi akun digital.
  4. Langkah-langkah yang dapat diambil apabila menjadi korban penipuan transaksi digital, termasuk melapor ke pihak bank maupun aparat berwenang.

 

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan simulasi sederhana mengenai transaksi digital yang aman, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan langkah-langkah pencegahan yang telah dijelaskan. Antusiasme pelaku UMKM turut terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar pengalaman mereka bertransaksi secara digital selama ini.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip berharap pelaku UMKM Desa Pandak semakin cakap dan waspada dalam bertransaksi digital, sehingga dapat terhindar dari kerugian akibat penipuan sekaligus mendukung terciptanya iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan di desa tersebut. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan literasi digital masyarakat, sekaligus mendukung tercapainya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat desa.

(Tim KKN Undip Desa Pandak, Sragen)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Cara Cek Hasil Kelulusan SNBP 2025 yang Diumumkan Hari Ini

infojatengupdate.com – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) akan mengumumkan hasil…

KPU Akui Tingkat Partisipasi Pilkada 2024 Tak Setinggi Pilpres dan Pileg

Pada tahun 2024, Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam hal partisipasi pemilih di…

Sritex PHK 8.400 Karyawan, Pemerintah Pastikan Hak Buruh Terjamin

infojatengupdate.com – Kurator Pengadilan Niaga telah memutuskan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap…

Tukar Uang Baru 2025 di PINTAR BI, Cek Cara dan Jadwal Lengkapnya

infojatengupdate.com – Situs resmi Bank Indonesia, PINTAR BI, kini telah dibuka untuk…