Posko AMPB di Pati
Bupati Pati Sudewo tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Merah Putih setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT), Senin (20/1/2026).

Infojatengupdate.com – Ketegangan meningkat di Kabupaten Pati menjelang rencana aksi unjuk rasa besar-besaran pada 13 Mei mendatang. Posko Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang didirikan di depan Kantor GJL, Jalan A Yani, dibubarkan paksa oleh tim gabungan kepolisian dan TNI pada Senin (11/5/2026) siang.

Insiden pembubaran ini terekam dalam video yang beredar luas di media sosial, memperlihatkan sebuah mobil ambulans yang dijadikan posko oleh AMPB ditarik paksa menggunakan mobil derek di bawah pengawalan ketat aparat bersenjata.

Kronologi Pembubaran Paksa

Koordinator AMPB, Supriyono yang akrab disapa Botok, menjelaskan bahwa posko tersebut sebenarnya baru saja didirikan pada pukul 12.00 WIB. Ia mengklaim telah mendapatkan izin dari Ketua GJL, Riyanta, untuk menggunakan lahan di depan kantor tersebut.

Namun, hanya berselang tiga jam atau sekitar pukul 15.00 WIB, puluhan petugas gabungan mendatangi lokasi dan langsung melakukan upaya penderekan terhadap unit ambulans tersebut.

“Saya sempat datang bersama teman-teman mencoba mencegah. Terjadi adu mulut, bahkan saya sempat duduk di depan mobil derek agar mereka berhenti. Tapi karena kalah jumlah, saya diangkut petugas dan mobil posko tetap dibawa,” ujar Botok saat dikonfirmasi.

Upaya pembungkaman terhadap aktivitas AMPB ini tercatat bukan yang pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, pada 1 Mei 2026, rencana pendirian posko di depan Markas Polresta Pati juga digagalkan oleh aparat dengan alasan keamanan.

Botok menyatakan kekecewaannya terhadap sikap TNI dan Polri yang dianggapnya represif terhadap hak menyampaikan pendapat di muka umum. Menurutnya, aparat seharusnya bertugas mengawal aspirasi masyarakat, bukan justru membubarkan posko yang sah secara hukum.

“Sebelumnya di depan Polres dilarang, lalu kami geser jauh ke sini (depan GJL), tetap saja diributin. Padahal menyampaikan pendapat itu dilindungi undang-undang,” tambahnya.

Tetap Gelar Aksi 13 Mei

Meski poskonya dibubarkan, pihak AMPB menegaskan tidak akan mundur. Insiden pembubaran paksa ini justru diklaim membakar semangat para anggota aliansi untuk tetap menggelar demonstrasi pada Rabu, 13 Mei 2026 mendatang.

Aksi tersebut rencananya akan dipusatkan di depan Markas Polresta Pati untuk menuntut transparansi dan menanyakan kinerja pihak kepolisian setempat. AMPB mengklaim akan mengerahkan ribuan massa “organik” yang bergerak secara mandiri tanpa dibayar.

“Posko itu sebenarnya untuk menampung keluhan masyarakat terkait kinerja Polresta Pati. Dengan kejadian ini, teman-teman justru makin semangat. Tanggal 13 Mei nanti ribuan massa akan turun ke jalan,” tegas Botok.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polresta Pati maupun Kodim setempat terkait alasan teknis di balik pembubaran paksa posko tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kisah nyata Film Horor “Santet Segoro Pitu” ternyata berasal dari Keluarga asal Semarang

infojatengupdate.com, Semarang – Sebagian masyarakat Indonesia masih mempercayai dunia perdukunan. Bagi mereka,…

Asal Usul Kromoleo di Magelang: Menelusuri Jejak Sejarah dan Budaya

Kromoleo merupakan salah satu warisan budaya yang tak ternilai di kawasan Magelang,…

DPRD bersama PJ Gubernur Jateng, Usulkan Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Jawa Tengah Periode 2025-2029.

infojatengupdate.com – 08/02/2025, 14.50 WIB SEMARANG, Info Jateng Update – DPRD Jawa…

Selamatan dan Festival Kopi Gemawang 2025 Meriahkan Temanggung

Temanggung (17/7/2025) — Ribuan petani kopi dan warga Desa Gemawang, Kecamatan Gemawang,…