Temanggung – Dalam menghadapi arus modernisasi yang cepat, membawa perubahan besar dalam masyarakat, tradisi dan nilai-nilai luhur tetap terjaga di Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung. Salah satu contohnya terlihat melalui penyelenggaraan Fangseng, tradisi keagamaan umat Buddha yang mengajarkan rasa welas asih terhadap semua makhluk hidup serta menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Tradisi tersebut dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026) di Sungai Dong Ganjur, Dusun Kemiri, Desa Getas. Acara ini merupakan program rutin yang diadakan dua kali setiap bulan oleh Yayasan Merti Bodhi Nusantara bekerja sama dengan Mahkota Borobudur. Mengangkat slogan “Bersihkan Alam, Lepaskan Kehidupan, Tumbuhkan Kebajikan, Tuaikan Kedamaian,” acara ini berfungsi sebagai pengingat bahwa menjaga keseimbangan alam adalah bagian tak terpisahkan dari praktik spiritual masyarakat Buddha.
“kegiatan Fangseng ini salah satu kegiatan wajib yang sedang coba digalakkan oleh Umat Buddhis yang berkolaborasi dengan Yayasan Merti Bodhi Nusantara dan rencana akan dilaksanakan dua kali dalam sebulan, dengan merilis ikan di beberapa titik sungai yang ada di Dusun Kemiri,” ujar Nanang.
Mahasiswa GIAT 16 dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) ikut serta dalam acara tersebut sebagai bagian dari proses belajar di masyarakat. Kehadiran para mahasiswa bukan hanya sebagai bentuk partisipasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk lebih memahami nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan toleransi yang ada di Desa Getas.
Secara etimologi, Fangseng berasal dari bahasa Mandarin yang berarti “melepaskan makhluk hidup”. Dalam ajaran Buddha, tradisi ini direalisasikan melalui pelepasan hewan, seperti ikan, ke habitat alaminya sebagai simbol penghormatan terhadap kehidupan. Di balik prosesi tersebut terdapat nilai-nilai welas asih (karunia), penghargaan terhadap setiap makhluk hidup, serta dorongan untuk menumbuhkan kebajikan melalui tindakan yang nyata.
Pelaksanaan Fangseng diawali dengan kegiatan pembersihan sungai yang dilakukan secara gotong royong oleh warga sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan kelestarian habitat makhluk hidup. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh seorang bhikkhu, sebelum memasuki puncak acara berupa pelepasan ikan ke aliran sungai. Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga mencerminkan keterkaitan antara ajaran agama, kepedulian terhadap lingkungan, dan semangat kebersamaan masyarakat.
Bagi Yayasan Merti Bodhi Nusantara, pelaksanaan Fangseng secara berkala tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media edukasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam dan menghargai setiap kehidupan. Melalui kolaborasi bersama Mahkota Borobudur, kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi semakin banyak masyarakat untuk mengimplementasikan nilai welas asih dalam kehidupan sehari-hari, baik terhadap sesama manusia maupun lingkungan.
Keterlibatan mahasiswa KKN GIAT 16 UNNES memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain memperoleh pengalaman langsung mengenai praktik kehidupan beragama masyarakat Buddha, mahasiswa juga belajar bahwa pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan. Interaksi yang terjalin bersama warga dan penyelenggara menjadi pengalaman berharga dalam memahami keberagaman budaya, nilai toleransi, serta pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan kehidupan.
Melalui kegiatan Fangseng, sinergi antara Yayasan Merti Bodhi Nusantara, Mahkota Borobudur, masyarakat Desa Getas, dan mahasiswa KKN GIAT 16 UNNES menunjukkan bahwa pelestarian tradisi tidak hanya bertujuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga menjadi sarana membangun kepedulian terhadap lingkungan dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan. Di tengah derasnya arus modernitas, tradisi seperti Fangseng membuktikan bahwa kebajikan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi alam sekaligus menghadirkan kedamaian bagi setiap insan.







