Infojatengupdate.com – Harga nasional kembali menunjukkan tren kenaikan pada Minggu, 19 April 2026. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Nasional Pangan Indonesia per pukul 09.19 WIB, pergerakan paling signifikan terjadi pada komoditas beras dan minyak goreng.
Peningkatan ini menjadi perhatian karena kedua komoditas tersebut merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang berpengaruh langsung terhadap daya beli.
Beras Naik di Semua Kualitas
Kenaikan harga beras terjadi hampir di seluruh kategori. Untuk beras kualitas Bawah I, harga naik 0,69% menjadi Rp14.600 per kilogram. Sementara beras kualitas Bawah II tercatat stabil di angka Rp14.550 per kilogram.
Beras kualitas Medium I mengalami kenaikan 0,31% menjadi Rp16.100 per kilogram, diikuti Medium II yang juga naik 0,31% menjadi Rp15.950 per kilogram.
Sementara itu, beras kualitas premium juga ikut terdongkrak. Beras kualitas Super I naik 0,58% menjadi Rp17.100 per kilogram, sedangkan Super II naik 0,3% menjadi Rp16.900 per kilogram.
Peningkatan yang merata ini menunjukkan adanya tekanan di sektor pangan utama yang perlu diantisipasi.
Minyak Goreng dan Gula Ikut Naik
Selain beras, minyak goreng juga mencatat kenaikan yang cukup signifikan. Harga minyak goreng curah naik 1% menjadi Rp20.300 per kilogram.
Untuk kemasan minyak goreng, kenaikannya bahkan lebih tinggi. Minyak goreng merek merek 1 naik 1,08% menjadi Rp23.500 per kilogram, sedangkan bermerek 2 naik 1,34% menjadi Rp22.650 per kilogram.
Di sisi lain, gula pasir juga mengalami kenaikan. Gula pasir premium naik 0,5% menjadi Rp20.250 per kilogram, sementara gula lokal naik 0,26% menjadi Rp19.150 per kilogram.
Baca juga: Istana Klaim Pemerintahan Stabil, Publik Diminta Tetap Kritis pada Data
Sejumlah Komoditi Ikut Terkerek
Kenaikan harga juga terjadi pada beberapa bahan pangan lainnya. Daging sapi kualitas 1 naik tipis 0,03% menjadi Rp147.700 per kilogram.
Cabai merah besar juga mengalami kenaikan sebesar 0,65% menjadi Rp46.300 per kilogram. Meski tidak sebesar beras dan minyak goreng, kenaikan ini tetap memberikan kontribusi terhadap inflasi pangan.
Baca juga: Harga Kedelai Naik, Stok Aman di Kudus: Pengusaha Tahu Masih Tahan Harga
Cabai, Bawang, dan Ayam Justru Turun
Di tengah tren kenaikan, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga. Cabai merah keriting turun 0,77% menjadi Rp45.240 per kilogram.
Penurunan lebih tajam terjadi pada cabai rawit. Cabai rawit hijau turun 7,55% menjadi Rp48.950 per kilogram, sementara cabai rawit merah anjlok hingga 13,9% menjadi Rp71.550 per kilogram.
Harga bawang merah ukuran sedang turun 2,53% menjadi Rp46.150 per kilogram, dan bawang putih turun 0,62% menjadi Rp39.950 per kilogram.
Protein Hewani Cenderung Melemah
Untuk komoditas protein hewani, tren penurunan juga terlihat. Daging sapi kualitas 2 turun tipis 0,07% menjadi Rp139.850 per kilogram.
Daging ayam ras segar mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 2,65% menjadi Rp40.400 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras juga turun 0,77% menjadi Rp32.300 per kilogram.
Kenaikan harga beras dan minyak goreng menjadi indikator utama bahwa tekanan terhadap harga pangan nasional masih berlangsung. Meski beberapa komoditas mengalami penurunan, dampak kenaikan bahan pokok tetap terasa bagi masyarakat.
Ke depan, stabilitas harga akan sangat bergantung pada distribusi pasokan serta kondisi global yang mempengaruhi biaya produksi dan logistik.




