Anies Baswedan Bongkar Rahasia 'Sidik Jari' Jusuf Kalla di Balik Damainya Aceh hingga Ambon

Infojatengupdate.comMantan Gubernur DKI Jakarta,Anies Baswedan, secara blak-blakan mengungkap besarnya kontribusi Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Anies menegaskan, ketenangan yang saat ini dirasakan oleh masyarakat di berbagai mantan wilayah konflik, seperti Aceh, Ambon, hingga Poso, merupakan buah dari kerja keras dan diplomasi tangan dingin seorang Jusuf Kalla.

Pernyataan apresiatif tersebut disampaikan Anies saat menghadiri momentum perayaan hari ulang tahun Jusuf Kalla yang ke-84. Menurut Anies, rekam jejak JK dalam kembalinya benang-benang perdamaian di Indonesia adalah sebuah warisan sejarah yang tidak boleh dilupakan oleh generasi muda.

Peran Besar Jusuf Kalla dalam Resolusi Konflik di Indonesia

Dalam pandangan Anies, kedamaian geopolitik dan sosial yang dinikmati masyarakat di wilayah konflik masa lalu tidak terjadi secara instan atau kebetulan. Terdapat keterlibatan mendalam, dedikasi waktu, serta negosiasi strategi tingkat tinggi yang diinisiasi oleh JK selama masa pemerintahan.

“Kalau kita melihat hari ini Ambon yang tenang, kita melihat Poso yang tenang, kita melihat Aceh yang tenang, di situ ada sidik jari Pak JK,” ujar Anies Baswedan saat menghadiri acara ulang tahun ke-84 Jusuf Kalla, Sabtu (16/5/2026).

Anies menggarisbawahi sebuah ironi psikologis masyarakat yang sering kali melupakan esensi dari proses perdamaian itu sendiri. Ketika sebuah konflik berdarah sedang berkecamuk, semua orang akan berteriak menuntut perdamaian. Namun, ironisnya, setelah situasi aman dan kondusif tercapai, publik sering lupa pada gambar di balik layar yang telah bertaruh tenaga demi menghentikan pertumpahan darah tersebut.

“Jadi sering kali kita merasa penting kedamaian pada saat sedang konflik, konflik berdarah. Pada saat itu kita menginginkan kedamaian. Sesudah damai, kita sering lupa bahwa proses perdamaian itu ada yang berhasil,” ungkap Anies secara mendalam. Oleh karena itu, ia menilai jejak Jusuf Kalla juru damai sangat krusial untuk didokumentasikan dan dipelajari.

Buku Baru JK dan Teladan Kepemimpinan Masa Lalu

Apresiasi Anies ini juga bertepatan dengan peluncuran buku terbaru yang mengupas tuntas pengalaman empiris JK dalam menyelesaikan berbagai gejolak sosial di tanah air. Buku tersebut dinilai sebagai panduan menjadi literatur yang sangat berharga bagi peta jalan kepemimpinan tokoh bangsa di masa depan.

Anies kemudian mengenang kembali kenangan masa lalunya saat masih aktif berkarier di dunia akademis sebagai rektor universitas. Pasca-JK menyelesaikan masa jabatannya sebagai Wakil Presiden pendamping Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2009 silam, Anies berinisiatif menarik JK masuk ke dalam lingkungan kampus untuk mentransfer ilmunya kepada calon pemimpin masa depan.

  • Kuliah Kepemimpinan: Kampus tempat Anies bernaung kala itu sengaja membuat mata kuliah khusus bernama “Kuliah Kepemimpinan dari Pak JK”.

  • Profil Peserta Kuliah: Kelas eksklusif ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa biasa, melainkan diisi oleh para pelaku industri, pemimpin bisnis, hingga tokoh politik praktis.

“Yang mengajar Pak JK, dosennya Pak JK. Siapa yang ikut? Pemimpin bisnis, pemimpin politik. Karena pelajaran kepemimpinan dari beliau itu bisa dimanfaatkan secara luar biasa,” kenang Anies.

Relevansi Nilai Kepemimpinan JK Bagi Generasi Muda

Meski saat ini usia Jusuf Kalla telah mencapai kepala delapan—membuat jarak rentang usia yang terpaut sangat jauh hingga 50 atau 60 tahun dengan para pemuda zaman sekarang—Anies optimis nilai-nilai kepemimpinan yang dimiliki JK tidak akan pernah terlupakan zaman.

“Bagi teman-teman generasi yang mungkin 20-an, 30-an, kan selisih usianya jauh ya, bisa 50 tahun, 60 tahun tuh, tapi esensi kepemimpinan yang dia miliki itu bisa jadi inspirasi,” jelasnya.

Produktivitas Tanpa Batas di Usia Senja

Menutup pernyataannya di hadapan awak media, Anies mengungkap rasa kekagumannya yang mendalam terhadap stamina fisik dan ketajaman berpikir Jusuf Kalla yang tetap prima di usia 84 tahun. Menurutnya, JK adalah representasi nyata dari sosok bapak bangsa yang memiliki api semangat yang selalu menyala-nyala.

“Kita mensyukuri Pak Jusuf Kalla sehat, bahagia, produktif di usia 84 tahun. Beliau memiliki semangat yang luar biasa. Membara itu menyala terus,” puji Anies.

Ia juga menambahkan bahwa bekerja bersama JK adalah sebuah pengalaman yang menuntut ritme kerja cepat. Pemikiran JK dijelaskan selalu dinamis dan tidak pernah berhenti memikirkan kemajuan bangsa. “Kalau Anda pernah ikut kegiatan bersama Pak JK, Pak JK itu nonstop . Selalu berpikir, selalu berkarya, selalu ada yang digagas,” pungkas Anies mengakhiri perjalanan wawancara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Cara Cek Hasil Kelulusan SNBP 2025 yang Diumumkan Hari Ini

infojatengupdate.com – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) akan mengumumkan hasil…

KPU Akui Tingkat Partisipasi Pilkada 2024 Tak Setinggi Pilpres dan Pileg

Pada tahun 2024, Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam hal partisipasi pemilih di…

Sritex PHK 8.400 Karyawan, Pemerintah Pastikan Hak Buruh Terjamin

infojatengupdate.com – Kurator Pengadilan Niaga telah memutuskan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap…

Ahmad Luthfi Minta Hak JHT dan JKP 10.965 Pegawai Sritex Dibayarkan Sebelum Lebaran

SEMARANG, infojatengupdate.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengupayakan agar hak Jaminan…