Maryam Korban Banjir di Semarang Ditemukan Meninggal Dunia 1 Kilometer dari Lokasi Hanyut

SEMARANG Upaya pencarian terhadap Maryam, seorang lansia yang dilaporkan hilang terseret arus banjir akibat banjir di Semarang , akhirnya membuahkan hasil. Warga RT 01 RW 01 Kelurahan Mangkang Kulon , Kecamatan Tugu tersebut ditemukan dalam kondisi kematian dunia pada Sabtu (16/5/2026) pagi setelah melakukan operasi pencarian intensif oleh tim gabungan.

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh petugas dan warga sekitar pukul 07.45 WIB. Titik penemuan jenazah lansia tersebut berada di area belakang rumah warga, yang secara geografis berjarak kurang lebih 1 kilometer dari lokasi awal tempat korban pertama kali diduga kuat tersapu oleh luapan air. Banjir bandang itu sendiri dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Plumbon yang tak mampu menahan debit udara.

Kronologi Penemuan Jasad Korban oleh Tim Gabungan

Pihak kepolisian setempat mengumumkan langsung kabar penemuan ini. Kapolsek Tugu, Kompol Fajar Widyanto membenarkan bahwa jasad yang dievakuasi pada Sabtu pagi adalah Maryam yang dicari sejak malam sebelumnya.

Baru saja ditemukan sekitar pukul 07.45 di belakang rumah sekitar TKP kurang lebih 1 kilometer. Betul namanya Maryam, ujar Kompol Fajar Widyanto saat memberikan keterangan resmi kepada awak media.

Berdasarkan data di lapangan, lokasi penemuan jasad korban memang cukup jauh dari kawasan organisasi padat. Luapan air yang sangat masif memindahkan tubuh korban melewati beberapa area klaster terbuka di wilayah Mangkang Kulon. Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi penemuan, jenazah langsung dibawa oleh petugas untuk melakukan proses penanganan medis lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Detik-Detik Tanggul Sungai Plumbon Jebol

Peristiwa yang menimpa wanita lanjut usia ini terjadi pada Jumat (15/5/2026) petang, saat wilayah Kecamatan Tugu diguyur hujan dengan intensitas yang sangat tinggi. Tingginya curah hujan membuat volume udara di aliran Sungai Plumbon meningkat drastis hingga menyebabkan tanggul Sungai Plumbon jebol sepanjang kurang lebih 40 meter.

Nahas bagi Maryam, posisi rumah tempat tinggalnya berada tepat di depan titik tanggul yang mengalami kerusakan fatal tersebut. Berdasarkan keterangan saksi dan warga sekitar, sesaat setelah tanggul jebol, korban diduga kuat keluar dari rumahnya. Ia bermaksud untuk melihat langsung seberapa parah kondisi kerusakan tanggul dan volume udara yang mulai menggenangi jalanan di depan perumahannya.

Namun karena debit udara yang tumpah dari sungai sangat masif dan datang secara tiba-tiba, korban tidak sempat menyelamatkan diri. Korban langsung tersapu oleh derasnya arus banjir bandang yang menghantam kawasan pemukiman warga RT 01 RW 01 Mangkang Kulon tersebut dalam hitungan detik.

Kendala Evakuasi dan Area Pencarian yang Luas

Derasnya arus udara pada saat kejadian membuat tubuh korban terseret sangat jauh dari area pekarangan rumahnya. Aliran banjir membawa korban ke berbagai medan, mulai dari kawasan saluran irigasi desa, kawasan persawahan, hingga kawasan tambak yang berada di bagian belakang organisasi warga.

  • Jumat Malam: Segera setelah menerima laporan kehilangan, tim SAR gabungan bersama relawan dan warga setempat langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi tanggul. Namun, menjelang tengah malam, operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara. Hal ini dikarenakan kondisi arus udara yang masih sangat deras, minimnya pencahayaan, serta faktor keselamatan tim penyelamat.

  • Sabtu Pagi: Operasi pencarian kembali dilanjutkan dengan membagi tim ke beberapa titik krusial di sepanjang jalur aliran air, termasuk kawasan persawahan dan tambak. Berkat kerja keras seluruh elemen petugas gabungan, tubuh korban akhirnya berhasil diidentifikasi dan dievakuasi dari tumpukan material banjir.

Evaluasi Penanganan Banjir dan Infrastruktur di Tugu Semarang

Tragedi yang menelan korban jiwa ini kembali menampilkan sorotan tajam pada sistem mitigasi bencana dan kondisi infrastruktur penanganan banjir di Semarang , khususnya di wilayah Kecamatan Tugu yang sering menjadi langganan luapan sungai saat musim penghujan tiba. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan permanen pada tanggul Sungai Plumbon yang rusak agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Identitas Korban & LokasiMenging创始 KejadianStatus Akhir
Nama: Maryam (Lansia)Arus terseret akibat tanggul jebol sepanjang 40 meter pada Jumat (15/5) petang.Ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (16/5) pagi, berjarak 1 km dari lokasi awal.
TKP : RT 01 RW 01, Mangkang Kulon, Kec. Tugu,Semarang.Aliran arus menyeret korban hingga ke saluran irigasi, sawah, dan area tambak warga.Jenazah dievakuasi oleh Polsek Tugu bersama Tim SAR Gabungan untuk diserahkan kepada keluarga.

Pihak berwajib dan pemerintah setempat kembali mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan penuh saat intensitas hujan mulai tinggi. Warga diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan menghindari daerah tanggul jika tanda-tanda luapan air sungai mulai terlihat, demi mencegah terjadinya kembali korban jiwa akibat terjangan banjir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kisah nyata Film Horor “Santet Segoro Pitu” ternyata berasal dari Keluarga asal Semarang

infojatengupdate.com, Semarang – Sebagian masyarakat Indonesia masih mempercayai dunia perdukunan. Bagi mereka,…

Asal Usul Kromoleo di Magelang: Menelusuri Jejak Sejarah dan Budaya

Kromoleo merupakan salah satu warisan budaya yang tak ternilai di kawasan Magelang,…

DPRD bersama PJ Gubernur Jateng, Usulkan Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Jawa Tengah Periode 2025-2029.

infojatengupdate.com – 08/02/2025, 14.50 WIB SEMARANG, Info Jateng Update – DPRD Jawa…

Selamatan dan Festival Kopi Gemawang 2025 Meriahkan Temanggung

Temanggung (17/7/2025) — Ribuan petani kopi dan warga Desa Gemawang, Kecamatan Gemawang,…