MBG Demo di BGN

Infojatengupdate.com — Koalisi Masyarakat Peduli Makanan Badan Gizi Nasional (KMP MBG) menggelar unjuk rasa di depan kantor pusat Badan Gizi Nasional (BGN) menuntut perbaikan mekanisme kebijakan dan komunikasi yang dinilai menghambat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program yang dicanangkan sebagai andalan Presiden Prabowo Subianto untuk menanggulangi stunting dan malnutrisi itu menurut pengunjuk rasa justru mengalami berbagai kendala operasional.

Sejumlah pengunjuk rasa mengkritik dominasi unsur militer dalam struktur organisasi dan operasional MBG. Mereka mencatat banyak purnawirawan TNI menduduki posisi strategis serta keterlibatan militer dalam pengelolaan ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Menurut kondisi, pelibatan aparat militer dalam pengadaan dan distribusi gizi rutin berbasis APBN berisiko menimbulkan inefisiensi dan potensi mark-up pengadaan barang dan jasa.

Koalisi memaparkan sejumlah temuan yang dinilai memperkuat kekhawatiran tersebut, termasuk kasus pengadaan barang seperti tablet, alat makan, dan jasa masyarakat event organizer dengan nilai miliaran rupiah yang beberapa kali disampaikan oleh organisasi sipil. Aktivis menilai tugas logistik yang biasa ditangani militer dalam keadaan darurat tidak otomatis sesuai dengan pengadaan rutin yang memerlukan mekanisme transparan dan akuntabel secara sipil.

Dalam aksi itu, KMP MBG juga menekan gaya komunikasi dan tindakan Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang. Mereka menilai pendekatan yang sering tampil di media sosial dengan inspeksi mendadak, teguran keras, dan suspend terhadap ribuan mitra SPPG lebih bersifat teatrikal dan menimbulkan kepanikan publik daripada menyelesaikan masalah tata kelola program.

Koalisi menyoroti galibnya respons administratif berupa penangguhan terhadap mitra tanpa disertai audit independen atau prosedur perbaikan. Akibatnya, layanan penyediaan gizi bagi anak-anak diduga terganggu, sementara akar masalah seperti standar gizi, pengawasan internal, dan pengadaan belum terselesaikan. Beberapa laporan lapangan bahkan menyebutkan adanya dapur yang tidak memenuhi standar serta kejadian keracunan massal yang pernah memaksa BGN meminta maaf.

Para pengunjuk rasa menuntut agar pengelolaan MBG dikembalikan ke mekanisme sipil yang melibatkan ahli gizi, akademisi, komunitas lokal, dan pelaku usaha kecil-menengah secara partisipatif. Mereka menegaskan langkah-langkah ini bukan bermaksud menentang peran TNI secara keseluruhan, melainkan mendorong penerapan tata kelola pemerintahan yang baik yang menjaga transparansi, akuntabilitas, dan akurasi berdasarkan bukti ilmiah.

Menangapi aksi tersebut, pihak BGN belum memberikan keterangan resmi di lokasi aksi. Koalisi KMP MBG menyatakan akan melanjutkan upaya advokasi dan menuntut audit independen serta revisi prosedur penundaan agar program MBG dapat berjalan sesuai tujuan semula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Karangan Bunga Ucapan atas Pelantikan Ahmad Luthfi-Tajyasin, Mulai Berjejer Di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah

infojatengupdate.com – 19/02/2025, 17.15 WIB. SEMARANG, infojatengupdate.com – Ruas Jalan Pahlawan, Kota…

Kejati Jateng Periksa Sekda Sumarno soal Pengadaan Smartboard 2024

Infojatengupdate.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, diperiksa oleh Kejaksaan…

Ketua DEN Luhut Pandjaitan: Danantara Tidak Akan Dikelola Orang Titipan

Jakarta, infojatengupdate.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan…

Prabowo Resmikan Danantara Besok, Respons Jokowi hingga Luhut

Minggu, 23/02/2025, 19.55 WIB. Jakarta, infojatengupdate.com – Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan…