Kaligawe, Klaten — Setelah bertahun-tahun dibangun secara bertahap menggunakan Dana Desa namun belum juga bisa beroperasi secara optimal, Pemandian Kolam Kaligawe kini mendapat angin segar. Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Multidisiplin Universitas Diponegoro tahun 2026 bersama Pemerintah Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, menyusun sebuah proposal kerja sama investasi yang ambisius untuk merevitalisasi kawasan wisata tersebut dan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Aset Bernilai Ratusan Juta yang Belum Termanfaatkan

Sejak Tahun Anggaran 2022, Pemerintah Desa Kaligawe secara konsisten mengalokasikan Dana Desa untuk membangun kompleks pemandian ini tahap demi tahap—mulai dari kolam renang utama berukuran 19x15x1,4 meter, kamar bilas, pagar pembatas, jalan lingkungan, kanopi kolam dewasa dan anak, hingga betonisasi area outdoor pada 2025. Namun ironisnya, aset yang dibangun dengan investasi signifikan ini hanya pernah menjalani uji coba operasional dalam waktu terbatas dan belum pernah dibuka secara permanen untuk umum, karena belum ada pihak pengelola maupun investor yang bersedia mengembangkannya.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN tidak tinggal diam. Mereka turun langsung melakukan observasi lapangan, wawancara dengan perangkat desa, hingga survei terhadap warga sekitar untuk memahami akar permasalahan dan merumuskan solusi yang konkret dan dapat langsung dijalankan.

Data Bicara: Warga Rindu Kolam Renang Desa Beroperasi Kembali

Hasil survei terhadap 26 responden yang dilakukan mahasiswa menunjukkan sinyal yang sangat positif. Sebanyak 88,46% responden menyatakan setuju atau sangat setuju untuk berkunjung apabila kolam renang dibuka kembali, dan 92,31% responden bahkan bersedia merekomendasikannya kepada keluarga dan kerabat. Warga juga menyoroti pentingnya kualitas air, keamanan, dan kebersihan, serta berharap adanya fasilitas tambahan seperti area parkir, gazebo, kantin, dan ruang bermain anak.

Tak hanya soal minat kunjungan, potensi ekonomi dari pelibatan UMKM lokal juga tergambar jelas: 84,62% responden menilai kehadiran UMKM di kawasan kolam dapat meningkatkan daya tarik wisata—membuka peluang bagi pelaku usaha rajut dan kuliner khas Kaligawe untuk ikut merasakan manfaat langsung dari geliat pariwisata desa.

Skema Investasi yang Dirancang Matang

Yang membuat proposal ini istimewa adalah kedalaman kajiannya. Mahasiswa tidak hanya menawarkan gagasan, tetapi menyusun perhitungan investasi secara rinci hingga level Rencana Anggaran Biaya (RAB). Total kebutuhan dana revitalisasi diestimasikan sebesar Rp66.450.000, terbagi dalam kebutuhan investasi awal (CAPEX) sebesar Rp43.450.000 untuk perbaikan fisik, sarana prasarana, dan promosi, serta biaya operasional awal (OPEX) sebesar Rp23.000.000 untuk bulan pertama beroperasi.

Skema kerja sama pun dirancang dengan prinsip keadilan bertahap: pada tahap awal, investor memperoleh 80% dari laba bersih hingga modalnya kembali sepenuhnya, kemudian bergeser menjadi 60:40 hingga investor mencapai target keuntungan 20% dari modal, dan akhirnya menjadi bagi hasil seimbang 50:50 hingga masa kontrak tiga tahun berakhir.

Tim mahasiswa bahkan melangkah lebih jauh dengan menjalankan simulasi Monte Carlo sebanyak 10.000 iterasi untuk memproyeksikan skenario pendapatan. Hasilnya, skema harga tiket dinamis (Rp10.000 di hari biasa, Rp12.000 di akhir pekan) terbukti jauh lebih menguntungkan, dengan probabilitas keberhasilan finansial mencapai 80% dan estimasi pengembalian modal investor hanya sekitar 23,6 bulan—jauh lebih cepat dibanding skema harga tetap yang membutuhkan waktu hampir 68 bulan.

Tak Lupakan Aspek Keselamatan Pengunjung

Menariknya, proposal ini juga menaruh perhatian serius pada aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Mahasiswa melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko secara sistematis di seluruh area kolam, kamar bilas, hingga wahana bermain anak, lengkap dengan rekomendasi mitigasi seperti pemasangan pelampung penyelamat, papan peringatan kedalaman air, keset anti-slip, hingga jalur evakuasi darurat.

Sebagai pelengkap, tim turut menyusun draf Standar Operasional Prosedur (SOP) Keselamatan Pengunjung yang siap diadopsi secara resmi oleh pengelola begitu kawasan wisata ini benar-benar dibuka untuk umum—mulai dari aturan penggunaan kolam, mekanisme pengawasan petugas, hingga prosedur penanganan situasi darurat seperti insiden tenggelam atau kebakaran di area kuliner.

Sentuhan Teknologi: Otomatisasi Sistem Air dan Kelistrikan

Tak berhenti di aspek pengelolaan dan keselamatan, mahasiswa multidisiplin ini juga merancang inovasi teknis berupa sistem lampu kamar mandi otomatis berbasis sensor gerak serta sistem sirkulasi dan filtrasi air kolam otomatis menggunakan mikrokontroler ESP32. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi energi sekaligus menjaga kualitas air kolam secara lebih konsisten dan modern.

Harapan Besar bagi Kaligawe

Melalui proposal yang disusun secara komprehensif ini, Pemerintah Desa Kaligawe bersama Tim KKN Universitas Diponegoro membuka pintu selebar-lebarnya bagi calon investor untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan. Dengan modal potensi wisata yang telah tersedia, dukungan masyarakat yang antusias, serta perencanaan investasi yang matang berbasis data, Pemandian Kolam Kaligawe digadang-gadang mampu bertransformasi dari aset yang mangkrak menjadi destinasi rekreasi keluarga unggulan—yang tak hanya menghidupkan kembali fasilitas fisik, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi warga dan memperkuat Pendapatan Asli Desa Kaligawe secara berkelanjutan.

Proposal ini menjadi bukti nyata bahwa program KKN Multidisiplin mampu menghadirkan kontribusi akademis yang aplikatif—memadukan riset, analisis data, teknologi, hingga perencanaan bisnis untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kisah nyata Film Horor “Santet Segoro Pitu” ternyata berasal dari Keluarga asal Semarang

infojatengupdate.com, Semarang – Sebagian masyarakat Indonesia masih mempercayai dunia perdukunan. Bagi mereka,…

Asal Usul Kromoleo di Magelang: Menelusuri Jejak Sejarah dan Budaya

Kromoleo merupakan salah satu warisan budaya yang tak ternilai di kawasan Magelang,…

DPRD bersama PJ Gubernur Jateng, Usulkan Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Jawa Tengah Periode 2025-2029.

infojatengupdate.com – 08/02/2025, 14.50 WIB SEMARANG, Info Jateng Update – DPRD Jawa…

Selamatan dan Festival Kopi Gemawang 2025 Meriahkan Temanggung

Temanggung (17/7/2025) — Ribuan petani kopi dan warga Desa Gemawang, Kecamatan Gemawang,…