Kelurahan Sumurrejo — Pagi belum sepenuhnya terang di Kelurahan Sumurrejo, namun kehangatan sudah terasa sejak pukul 05.30 WIB. Udara yang masih sejuk berpadu dengan hiruk-pikuk aktivitas pasar yang mulai ramai dipenuhi warga. Para pelaku UMKM wanita tampak sibuk menata barang dagangan dengan wajah berseri-seri. Sebagian merapikan kemasan produk, sementara yang lain memastikan setiap sajian siap dipasarkan.

Hari Jumat, 21 Agustus 2026 menjadi momen yang sangat mereka nantikan. Bersama tim pelaksana PPK Ormawa BEM FK UNNES, mereka bersiap memperkenalkan hasil kreasi pangan sehat yang telah dipersiapkan dengan penuh ketelitian sejak sehari sebelumnya.

Kegiatan pemasaran pagi itu bukan sekadar menjadi ajang berjualan, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk memperkenalkan inovasi pangan lokal kepada masyarakat secara langsung. Pasar pagi dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena menjadi pusat aktivitas warga dari berbagai kalangan. Dengan menghadirkan produk di ruang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, diharapkan masyarakat dapat mengenal alternatif camilan sehat tanpa harus mengubah kebiasaan berbelanja mereka.

Lini produk Glycos-Food menghadirkan dua varian unggulan, yaitu Delai Bar dan Spirubi. Delai Bar merupakan camilan praktis berbahan dasar kedelai yang kaya protein dan serat, sedangkan Spirubi berasal dari olahan ubi jalar kuning dan spirulina yang menawarkan inovasi pangan dengan kandungan gizi yang rendah indeks glikemik.

Kehadiran Delai Bar dan Spirubi juga menjadi salah satu bentuk inovasi pangan yang berpotensi memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat, khususnya dalam mendukung pola konsumsi yang lebih sehat bagi masyarakat yang perlu menjaga kadar gula darah. Kedua produk tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan kandungan gizi dan pemilihan bahan yang dapat menjadi alternatif camilan dengan lebih memperhatikan pengaturan asupan gula dan kebutuhan gizi. Dengan demikian, Delai Bar dan Spirubi diharapkan dapat mendukung penerapan pola makan yang lebih seimbang serta meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pilihan camilan sehari-hari turut berperan dalam menjaga kesehatan dan membantu pengelolaan kadar gula darah.

Alih-alih dipasarkan secara eksklusif, kedua produk tersebut justru dipadukan langsung dengan riuhnya lapak jajanan pasar tradisional. Delai Bar dan Spirubi ditata rapi untuk menyapa warga melalui sentuhan jajanan pasar tradisional. Strategi ini dipilih bukan sekadar rutinitas distribusi biasa, melainkan sebuah usaha nyata agar produk pangan bernutrisi tinggi dapat menyatu secara alami dengan kebiasaan belanja masyarakat, sekaligus memperluas jangkauan produk dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya alternatif jajanan yang lebih sehat dan bergizi di tengah aktivitas harian mereka.

Kehadiran Delai Bar dan Spirubi di lapak-lapak jajanan pasar pagi itu menarik perhatian tersendiri. Warga yang berlalu-lalang, mulai dari ibu rumah tangga hingga para pekerja pagi, tampak antusias melihat pilihan kudapan baru yang unik dan kaya manfaat. Di sela-sela riuhnya transaksi, tim PPK Ormawa BEM FK UNNES turut mendampingi kelompok UMKM wanita secara langsung, tidak hanya membantu proses penjualan, tetapi juga mengamati dengan jeli bagaimana penerimaan dan respons masyarakat di lapangan.

Setiap senyuman, pertanyaan, dan ulasan dari pembeli dicatat secara sistematis sebagai bahan pengembangan produk. Masukan mengenai variasi rasa, ukuran kemasan, hingga harga jual menjadi informasi berharga yang akan digunakan sebagai bahan evaluasi kualitas produk sekaligus meningkatkan daya saingnya di pasar lokal. Masukan langsung dari masyarakat ini nantinya akan menjadi kompas bagi tim PPK Ormawa BEM FK UNNES dan kelompok UMKM Kelurahan Sumurrejo dalam menyempurnakan serta mengembangkan kualitas produk ke depannya.

Lebih dari sekadar memasarkan produk makanan, kegiatan pagi itu menjelma menjadi wujud nyata kolaborasi yang erat antara inovasi pangan sehat dan pemberdayaan komunitas lokal. Kegiatan pemasaran perdana ini menjadi bukti bahwa inovasi pangan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan berdampingan secara harmonis. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan UMKM wanita, produk sehat tidak hanya berhasil diperkenalkan kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal.

Kehadiran Delai Bar dan Spirubi sebagai alternatif camilan yang lebih memperhatikan kandungan gula dan nilai gizi juga berpotensi mendukung masyarakat dalam menerapkan pola konsumsi yang lebih sehat serta menjaga kadar gula darah. Dalam jangka panjang, edukasi dan penyediaan alternatif pangan sehat melalui kolaborasi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penurunan risiko diabetes di Kelurahan Sumurrejo.

Dari riuh pasar pagi Sumurrejo, tumbuh optimisme bahwa Delai Bar dan Spirubi mampu berkembang menjadi produk unggulan berbasis potensi lokal, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dan mengurangi risiko penyakit tidak menular, khususnya diabetes.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Cara Cek Hasil Kelulusan SNBP 2025 yang Diumumkan Hari Ini

infojatengupdate.com – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) akan mengumumkan hasil…

KPU Akui Tingkat Partisipasi Pilkada 2024 Tak Setinggi Pilpres dan Pileg

Pada tahun 2024, Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam hal partisipasi pemilih di…

Sritex PHK 8.400 Karyawan, Pemerintah Pastikan Hak Buruh Terjamin

infojatengupdate.com – Kurator Pengadilan Niaga telah memutuskan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap…

Tukar Uang Baru 2025 di PINTAR BI, Cek Cara dan Jadwal Lengkapnya

infojatengupdate.com – Situs resmi Bank Indonesia, PINTAR BI, kini telah dibuka untuk…