Semarang – Sabtu (18/08/2026) Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tidak hanya berhenti pada kegiatan menanam dan merawat tanaman. Melalui pendampingan PPK Ormawa BEM FK UNNES, masyarakat Kelurahan Sumurrejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, didorong untuk mengembangkan hasil Taman TOGA menjadi produk yang lebih praktis dan bernilai guna. Salah satunya melalui Serbasari, minuman herbal berbahan dasar jahe emprit, air kelapa, dan gula aren.
Inovasi Serbasari menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil Taman TOGA yang dikembangkan bersama masyarakat. Produk tersebut tidak hanya diperkenalkan sebagai minuman herbal, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan dalam bentuk yang lebih praktis. Dalam kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Pengelola Taman TOGA di Kelurahan Sumurrejo, dr. Anton Budi Hernawan selaku Komisaris PT. Gravita Medical Pharm turut menyoroti adanya potensi Serbasari untuk dikembangkan menjadi minuman serbuk.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan TOGA dapat terus dikembangkan melampaui pengolahan sederhana. Serbasari yang telah dibuat sebagai minuman herbal dapat menjadi salah satu produk yang memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut sehingga lebih mudah digunakan dan memiliki bentuk penyajian yang praktis.
Selain Serbasari, dr. Anton Budi Hernawan juga memperkenalkan sejumlah tanaman yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan masyarakat, di antaranya binahong, rosella, sambung nyawa, dan ubi jalar kuning. Masing-masing tanaman memiliki bentuk pemanfaatan yang berbeda. Binahong dan sambung nyawa dapat dimanfaatkan dalam pengolahan sederhana,
sementara rosella dapat diolah menjadi minuman herbal. Adapun ubi jalar kuning dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif sumber karbohidrat.
Pengenalan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai fungsi Taman TOGA. Tanaman yang dibudidayakan tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat, tetapi juga sebagai pangan, bumbu dapur, sarana edukasi, serta bagian dari upaya pelestarian tanaman lokal.
Pengembangan Serbasari juga tidak terlepas dari pendampingan yang dilakukan PPK Ormawa BEM FK UNNES. Mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat, mulai dari penanaman dan perawatan tanaman hingga pemanfaatan hasil Taman TOGA menjadi produk yang lebih praktis. Pendampingan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pengalaman dalam mengelola sekaligus mengembangkan potensi tanaman yang telah dibudidayakan.
Sapto Budi Utomo, Ketua RT 7 RW 1 Kelurahan Sumurrejo, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan mahasiswa PPK Ormawa BEM FK UNNES selama program berlangsung.
“Sejak pertama kehadiran, mereka hadir, berkunjung, mendampingi di lingkungan kami di Taman TOGA ini sangat intensif. Setiap saat mereka selalu hadir secara bergiliran sesuai dengan jadwal yang sudah disiapkan, dan program-program yang sudah kami ikuti bentuknya adalah bagaimana memproduksi, membuat minuman-minuman Serbasari,” ungkap Pak Budi.
Keterlibatan masyarakat dalam pengolahan hasil Taman TOGA menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program. Masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai jenis dan manfaat tanaman, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam mengolah hasil budidaya menjadi produk yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain pengolahan produk, pendampingan PPK Ormawa BEM FK UNNES juga dilakukan melalui penanaman dan perawatan tanaman di Taman TOGA. Mahasiswa bersama masyarakat turut berupaya menjaga tanaman yang telah dibudidayakan agar tetap tumbuh dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Taman TOGA Sumurrejo diharapkan tidak hanya menjadi ruang budidaya tanaman, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran dan pengembangan potensi lokal. Inovasi Serbasari menjadi salah satu contoh bahwa hasil Taman TOGA dapat diolah menjadi produk yang lebih praktis, sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut sebagai minuman serbuk.
Dengan adanya pendampingan PPK Ormawa BEM FK UNNES serta masukan dari dr. Anton Budi Hernawan mengenai potensi pengembangan Serbasari, masyarakat Sumurrejo memiliki peluang untuk terus mengembangkan pemanfaatan hasil Taman TOGA. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan tanaman lokal tidak hanya bermanfaat sebagai bahan konsumsi, tetapi juga sebagai produk inovatif yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.








