Infojatengupdate.com – Tren penggunaan kendaraan listrik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan akselerasi yang signifikan. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta mencatat bahwa volume transaksi dan penggunaan daya pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU di Yogyakarta) mengalami lonjakan hingga lima kali lipat secara tahunan jika dibandingkan dengan periode $2025$.
Lonjakan ini menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap infrastruktur pendukung kendaraan listrik semakin solid. Kenaikan drastis ini mencakup aspek frekuensi transaksi maupun total pemakaian daya dalam satuan $kWh$ listrik di berbagai titik pengisian.
Sinyal Positif Transisi Energi di Yogyakarta
Senior Manager Non Teknik PLN UID Yogyakarta, Deny Setiawan, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini merata di berbagai sektor. “Pertumbuhannya naik empat sampai lima kali lipat, baik dari sisi transaksi maupun pemakaian $kWh$ listriknya,” ujar Deny di sela-sela acara Indomobil Expo yang berlangsung di Pakuwon Mall Jogja, Selasa.
Menurut Deny, fenomena ini merupakan sinyal positif bagi perkembangan ekosistem otomotif masa depan di DIY. Peningkatan beban daya pada SPKLU di Yogyakarta mencerminkan bahwa mobil listrik bukan lagi sekadar tren gaya hidup, melainkan sudah menjadi kebutuhan mobilitas harian masyarakat yang fungsional.
Faktor utama yang mendorong minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik adalah efisiensi operasional. Berdasarkan data teknis, penggunaan mobil listrik diklaim mampu menghemat biaya operasional hingga $70\%$ dibandingkan dengan kendaraan konvensional berbasis bahan bakar minyak (BBM). Efisiensi ini menjadi daya tarik utama bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi di area perkotaan.
Infrastruktur yang Terus Berkembang
Hingga saat ini, kesiapan infrastruktur SPKLU di Yogyakarta terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Deny merinci bahwa saat ini telah beroperasi:
- $32$ unit mesin SPKLU yang dikelola langsung oleh PLN bersama mitra strategis.
- $73$ unit mesin SPKLU milik pihak swasta.
- Didukung oleh sekitar $750$ unit pengisian daya mandiri (home charging) di rumah-rumah pelanggan.
Keberadaan unit pengisian daya mandiri di rumah menjadi tulang punggung ekosistem ini, memungkinkan pengguna melakukan pengisian daya semalam suntuk dengan tarif yang lebih kompetitif. Namun, keberadaan SPKLU di Yogyakarta di lokasi publik tetap krusial untuk mendukung perjalanan jarak menengah dan jauh bagi para wisatawan maupun penduduk lokal.
Rencana Ekspansi dan Skema Kemitraan $2026$
Guna mengantisipasi populasi kendaraan listrik yang terus bertumbuh, PLN berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan. Pada tahun ini, PLN berencana menambah titik SPKLU di Yogyakarta di sejumlah lokasi yang dianggap strategis dan memiliki lalu lintas kendaraan tinggi.
Beberapa lokasi yang menjadi target ekspansi antara lain:
- Kawasan Hotel Ambarrukmo.
- Wilayah Sedayu.
- Kabupaten Kulon Progo (area penyangga bandara YIA).
- Kantor PLN unit Sleman.
“Dalam skema kerja sama ini, PLN berperan menyediakan platform integrasi melalui aplikasi, sementara mitra berkontribusi dalam penyediaan lahan dan mesin pengisian,” tambah Deny. Strategi kemitraan ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan infrastruktur tanpa membebani satu pihak secara tunggal, sekaligus membuka peluang investasi baru bagi pemilik lahan dan pabrikan otomotif.
Dengan integrasi sistem yang semakin mudah melalui aplikasi PLN Mobile, pengguna kendaraan listrik kini dapat memantau lokasi SPKLU di Yogyakarta secara real-time, memeriksa ketersediaan soket pengisian, hingga melakukan pembayaran secara nontunai. Langkah ini diharapkan terus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai salah satu provinsi terdepan dalam adopsi teknologi ramah lingkungan di Indonesia.








