Pabrik Tekstil

Infojatengupdate.com – Puluhan warga Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, melakukan aksi protes dengan mendatangi sebuah pabrik tekstil di Sragen yang berlokasi di Jalan Sragen-Ngawi, Senin (11/5/2026). Aksi ini dilakukan bersama aktivis Gerakan Pembaruan Sragen (GPS) sebagai bentuk kekecewaan atas polusi udara yang terus menyelimuti permukiman mereka.

Warga menuntut pihak manajemen perusahaan segera melakukan perbaikan sistem pengelolaan limbah produksi. Pasalnya, debu hasil produksi pabrik tersebut diduga kuat telah mencemari udara dan mengganggu kesehatan warga di sekitar lokasi perusahaan.

Dampak Polusi Tersebar di Beberapa Dukuh

Gangguan polusi udara berupa debu pekat ini dilaporkan telah merambah ke sejumlah wilayah rukun tetangga (RT). Wilayah yang terdampak paling parah meliputi RT 011A, 011B, dan 011C di Dukuh Prandegan.

Tak hanya itu, dampak serupa juga dirasakan oleh warga yang tinggal di RT 009A dan 009B Dukuh Mujirejo, serta RT 010A dan 010B Dukuh Bumiaji. Keberadaan debu yang beterbangan secara terus-menerus ini dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan dikhawatirkan memicu masalah pernapasan jangka panjang bagi penduduk setempat.

Janji Mediasi yang Belum Terealisasi

Kepala Desa Bumiaji, Budiyono, mengungkapkan bahwa keluhan mengenai operasional pabrik tekstil di Sragen ini sebenarnya bukan masalah baru. Namun, kondisi dalam dua bulan terakhir menunjukkan tren yang semakin memburuk, sehingga warga memutuskan untuk melaporkannya secara resmi ke pemerintah desa.

Budiyono menjelaskan bahwa upaya mediasi sebenarnya telah dilakukan pada 23 April 2026 lalu. Dalam pertemuan tersebut, manajemen pabrik sempat berjanji akan menindaklanjuti keluhan dan memperbaiki kualitas pengelolaan limbah mereka.

“Ternyata sampai hari ini belum ada perbaikan kualitas limbahnya. Kok masih keluar debu terus, makanya oleh warga sempat diviralkan,” jelas Budiyono, Senin siang.

Desakan Tindakan Nyata dari Manajemen

Kedatangan warga dan aktivis GPS kali ini bertujuan untuk memberikan tekanan lebih kuat agar perusahaan tidak lagi mengabaikan hak warga atas lingkungan yang sehat. Mereka mendesak agar aktivitas yang menyebabkan pencemaran udara segera dihentikan total hingga perbaikan sistem penyaringan limbah selesai dilakukan.

Dalam pertemuan di lokasi pabrik, perwakilan warga diterima oleh jajaran manajemen, termasuk Suparno yang merupakan perwakilan dari pihak perusahaan. Warga berharap hasil pertemuan kali ini membuahkan tindakan nyata, bukan sekadar janji manis seperti mediasi sebelumnya.

Pemerintah desa memastikan akan terus mengawal tuntutan warga ini hingga kualitas udara di Desa Bumiaji kembali bersih dan terbebas dari paparan debu operasional pabrik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kisah nyata Film Horor “Santet Segoro Pitu” ternyata berasal dari Keluarga asal Semarang

infojatengupdate.com, Semarang – Sebagian masyarakat Indonesia masih mempercayai dunia perdukunan. Bagi mereka,…

Asal Usul Kromoleo di Magelang: Menelusuri Jejak Sejarah dan Budaya

Kromoleo merupakan salah satu warisan budaya yang tak ternilai di kawasan Magelang,…

DPRD bersama PJ Gubernur Jateng, Usulkan Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Jawa Tengah Periode 2025-2029.

infojatengupdate.com – 08/02/2025, 14.50 WIB SEMARANG, Info Jateng Update – DPRD Jawa…

Selamatan dan Festival Kopi Gemawang 2025 Meriahkan Temanggung

Temanggung (17/7/2025) — Ribuan petani kopi dan warga Desa Gemawang, Kecamatan Gemawang,…