Bagi banyak orang, Yogyakarta bukan sekadar kota, melainkan suasana. Perpaduan antara udara yang tenang, bangunan kayu yang estetik, dan harga makanan yang ramah di kantong selalu berhasil membuat rindu. Namun, bagi warga Semarang atau kamu yang sedang berada di Kota Atlas, kamu tidak perlu menempuh perjalanan 3 jam untuk merasakan atmosfer tersebut.
Berikut adalah rekomendasi warung kopi (warkop) dan tempat nongkrong di Semarang yang mengusung konsep “Jogja banget”:
1. Kopi Klotok Menoreh (Area Ungaran/Semarang)
Meskipun lokasinya sedikit melipir ke arah Ungaran (Kabupaten Semarang), tempat ini adalah replika sempurna dari pengalaman makan di Kopi Klotok Kaliurang. Dengan bangunan berbentuk Joglo dan pemandangan sawah yang hijau, tempat ini menawarkan ketenangan luar biasa.
- Menu Andalan: Sayur lodeh, telur krispi, dan tentu saja Pisang Goreng hangat.
- Vibe: Pedesaan yang autentik dan sejuk.
2. Warkop Modjok Semarang
Berada di area perbukitan, Warkop Modjok menawarkan gaya retro-klasik dengan sentuhan warna-warni yang estetik namun tetap terasa tradisional. Penggunaan furnitur kayu dan dekorasi barang antik membuatnya terasa seperti cafe-cafe di daerah Prawirotaman atau daerah pinggiran Jogja yang artistik.
- Menu Andalan: Kopi tubruk dan berbagai camilan tradisional seperti singkong goreng.
- Vibe: Homey, tenang, dan sangat cocok untuk mengobrol santai sore hari.
3. Kopi nGisikan
Terletak di daerah Gunungpati, Kopi nGisikan membawa konsep “ngopi di pinggir sungai”. Suasana ini sangat mirip dengan warung-warung kopi di daerah bantaran sungai di Jogja. Kamu bisa menikmati kopi sambil mendengarkan gemericik air dan rimbunnya pepohonan.
- Menu Andalan: Kopi lokal dan makanan rumahan ala “ndeso”.
- Vibe: Alami, santai, dan jauh dari kebisingan kota.
4. Wedangan Rumah Tua
Jika kamu meresapi suasana Jogja lewat bangunan heritagenya, Wedangan Rumah Tua adalah jawabannya. Menggunakan bangunan rumah kuno yang masih terawat, tempat ini menyediakan konsep wedangan atau angkringan modern namun tetap mempertahankan rasa tradisionalnya.
- Menu Andalan: Wedang jahe, nasi kucing, dan aneka sate-satean (sundukan).
- Vibe: Nostalgia masa lalu yang kental dengan keramahan lokal.
Semarang memang kota metropolitan yang sibuk, namun sudut-sudut di atas membuktikan bahwa ruang untuk “melambat” dan menikmati suasana ala Jogja selalu ada. Jadi, warung mana yang akan kamu kunjungi akhir pekan ini?








