MIJEN, SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro Tim IDBU 52 Tahun 2026 mendorong pemanfaatan potensi wisata alam di RW 07, Kelurahan Mijen, Kota Semarang, melalui penataan jalur jogging track yang menghubungkan Pos Taman Kelompok Tani RW 07 menuju kawasan sendang.
Penataan dilakukan dengan memasang penunjuk arah di sepanjang jalur untuk membantu masyarakat maupun pengunjung mengenali rute menuju sendang. Jalur tersebut menawarkan pengalaman berjalan kaki di tengah lingkungan alami karena melewati kawasan hutan jati yang dikelola Perum Perhutani.
Keberadaan jalur ini dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan tidak hanya sebagai sarana aktivitas fisik masyarakat, tetapi juga sebagai jalur rekreasi dan wisata berbasis lingkungan. Rute yang menghubungkan ruang publik, kawasan kelompok tani, dan sendang memberikan peluang untuk mengenalkan karakter serta potensi alam RW 07 kepada masyarakat yang lebih luas.
Ketua Kelompok 2 Tim KKNT IDBU 52 Tahun 2026, Indra Purwanto, menyampaikan bahwa pemasangan penunjuk arah menjadi salah satu langkah sederhana untuk meningkatkan keterjangkauan dan pemanfaatan jalur tersebut.
“Kami ingin jalur dari Pos Taman Kelompok Tani menuju sendang ini lebih mudah dikenali dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain untuk aktivitas fisik, jalur ini memiliki potensi sebagai jalur rekreasi karena melewati kawasan yang masih memiliki suasana alami,” ujar Indra Purwanto.
Jalur tersebut juga memiliki nilai edukatif karena mempertemukan beberapa potensi lingkungan dalam satu rute. Pengunjung dapat mengenal aktivitas kelompok tani di titik awal perjalanan, menikmati suasana kawasan hutan jati sepanjang perjalanan, hingga mencapai sendang yang menjadi salah satu sumber daya air komunal bagi masyarakat RW 07.
Penataan jalur jogging track ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, melalui penguatan ruang publik dan pemanfaatan potensi lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera karena mendorong masyarakat memanfaatkan jalur sebagai ruang untuk berjalan kaki dan melakukan aktivitas fisik.
Selain itu, pengembangan jalur berbasis potensi lokal dapat mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya apabila ke depan potensi wisata lokal tersebut dapat dikembangkan dengan melibatkan masyarakat sekitar. Integrasi antara kelompok tani, potensi sendang, dan lingkungan alami dapat menjadi dasar bagi pengembangan wisata berbasis masyarakat yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.
Melalui penataan penunjuk arah ini, mahasiswa KKNT berharap jalur dari Pos Taman Kelompok Tani menuju sendang dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Ke depan, jalur tersebut berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari wisata alam dan edukasi yang mengangkat potensi lingkungan serta kehidupan masyarakat RW 07 tanpa menghilangkan karakter alami kawasan.
Editor : Alfarisi








