KALIREJO, KENDAL — Dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang bersih dan berkelanjutan, edukasi mengenai kesadaran membuang sampah saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan penyediaan infrastruktur pemilahan yang memadai. Menjawab urgensi tersebut, Gading Kaliko, mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) dari program studi Hubungan Internasional, menginisiasi program pengadaan fasilitas tempat sampah terpilah di Desa Kalirejo, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal. Langkah ini menjadi bagian integral dari tema besar program multidisiplin KKN, yaitu “Realisasi Bank Sampah sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Rumah Tangga melalui Edukasi dan Praktik 3R”.

Pengadaan tempat sampah terpilah ini bertujuan untuk memfasilitasi dan mempermudah warga Desa Kalirejo dalam memisahkan limbah organik dan anorganik langsung dari sumbernya. Pelaksanaan program ini dilakukan secara terstruktur, dimulai dari tahap persiapan bahan material, proses perakitan, pengecatan, hingga tahap akhir berupa pemberian label penanda kategori sampah. Label penanda didesain secara jelas dan kontras agar mudah dikenali dan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat desa, dari anak-anak hingga lansia.

Dalam proses pengerjaannya di lapangan, dinamika tantangan turut mewarnai jalannya kegiatan. Hambatan utama yang dihadapi adalah faktor cuaca yang tidak menentu serta proses penyesuaian material. Kondisi ini menyebabkan proses pengeringan cat pada wadah tempat sampah membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dari perencanaan awal. Kendati demikian, kendala teknis tersebut berhasil diatasi dengan baik sehingga fasilitas tempat sampah dapat diselesaikan sesuai standar dan siap difungsikan.

Setelah seluruh proses perakitan dan finishing rampung, fasilitas tempat sampah terpilah ini secara resmi diserahterimakan kepada pihak Pemerintah Desa Kalirejo. Penempatan fasilitas di area Balai Desa Kalirejo dipilih secara strategis karena merupakan pusat aktivitas umum masyarakat, sehingga dapat menjadi sarana edukasi visual langsung sekaligus percontohan bagi lingkungan sekitar.

​Dampak positif dari program ini mulai terlihat di mana warga yang berkunjung ke Balai Desa mulai menunjukkan kebiasaan baru untuk memisahkan dan membuang sampah sesuai dengan kategorinya. Praktik pemilahan sampah skala mikro ini diharapkan dapat menjadi fondasi awal menuju pengelolaan sampah desa yang lebih terorganisir.

​Sebagai langkah tindak lanjut, fasilitas tempat sampah terpilah ini sepenuhnya diserahkan kepada Pemerintah Desa Kalirejo untuk dimanfaatkan dan dirawat secara berkala. Melalui sarana ini, diharapkan pemerintah desa dapat terus melanjutkan momentum edukasi pemilahan sampah serta melakukan pemantauan lingkungan secara berkelanjutan demi terwujudnya Desa Kalirejo yang lebih bersih dan sehat.

Penulis: Gading Kaliko, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Diponegoro
Dosen Pembimbing: Dea Adielyani, S.M., M.M.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Cara Cek Hasil Kelulusan SNBP 2025 yang Diumumkan Hari Ini

infojatengupdate.com – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) akan mengumumkan hasil…

KPU Akui Tingkat Partisipasi Pilkada 2024 Tak Setinggi Pilpres dan Pileg

Pada tahun 2024, Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam hal partisipasi pemilih di…

Sritex PHK 8.400 Karyawan, Pemerintah Pastikan Hak Buruh Terjamin

infojatengupdate.com – Kurator Pengadilan Niaga telah memutuskan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap…

Tukar Uang Baru 2025 di PINTAR BI, Cek Cara dan Jadwal Lengkapnya

infojatengupdate.com – Situs resmi Bank Indonesia, PINTAR BI, kini telah dibuka untuk…